Aku Bermain Maka Aku Belajar

Anak-anak paling suka bermain. Bagaimana jika guru menyisipkan permainan sambil belajar? Tentu mengasyikkan. Game Based Learning membangkitkan kreativitas siswa.

Aku Bermain Maka Aku Belajar
Ilustrasi seorang murid senang ketika mengikuti PJJ [freepik]

PEMBELAJARAN Jarak Jauh (PJJ) yang dilakukan selama masa pandemi Covid-19 memberikan wajah baru bagi pendidikan di Indonesia. Pembelajaran yang harusnya dilakukan di sekolah harus dialihkan ke rumah masing-masing. Keterbatasan ruang interaksi antar guru dan murid menjadikan proses pembelajaran terasa jenuh dan membosankan. Sebagai seorang fasilitator dalam pembelajaran, guru harus mampu mengatasi hal tersebut. Penggunaan metode pembelajaran yang menarik bisa membantu guru untuk menjalankan proses pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan. Game based learning contohnya.  

Game Based Learning merupakan metode pembelajaran yang biasa diartikan sebagai pembelajaran berbasis permainan. Pembelajaran ini menuntut peserta didik untuk belajar, tetapi dengan pendekatan bermain. Seperti yang kita ketahui bersama bermain mempunyai unsur utama yaitu senang. Setiap orang yang hendak bermain, pasti mempunyai tujuan untuk menyenangkan hatinya. Ketika proses pembelajaran dilakukan dengan “bermain” maka proses tersebut akan menyenangkan. Menurut Prasetya (2013), Game based learning merupakan  bentuk  pembelajaran  yang berpusat pada  pemanfaatan  game elektronik    atau digital untuk mewujudkan tujuan pembelajaran. Proses pembelajaran game based learning memanfaatkan berbagai permainan digital untuk menyampaikan pembelajaran, hingga proses evaluasi materi dari suatu disiplin ilmu pengetahuan.

Game based learning mencakup aplikasi yang menggunakan karakteristik permainan video, komputer bahkan smartphone yang saat ini penggunaannya sangat intens di kalangan peserta didik, untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih berkesan. Metode ini  dinilai lebih efisien daripada belajar hanya dengan sekadar membaca atau menuliskan setumpuk materi yang disajikan oleh guru. Dengan demikian secara mental, peserta didik dapat bersantai dan fokus pada sesuatu yang berbeda tanpa tekanan apapun.

Ifenthaler dalam penelitiannya tentang game based learning mengungkapkan ada beberapa  karakteristik dari metode pembelajaran tersebut, di antaranya:

  • Pembelajaran lebih menarik dan menyenangkan.

Sesuai dengan tujuan dari metode pembelajaran ini, game based learning membantu para peserta didik untuk lebih nyaman ketika belajar. Permainan yang disesuaikan dengan materi pembelajaran akan memiliki kesan tersendiri bagi peserta didik daripada belajar materi pembelajaran secara langsung.

  • Terjadinya proses interaksi sesama murid.

Game pembelajaran yang dirancang secara berkelompok pastinya akan membantu siswa untuk melakukan interaksi antar teman. Dengan adanya proses komunikasi yang baik dalam kelompok akan melatih kepekaan sosial masing-masing peserta didik. Contohnya belajar untuk menghargai dan menerima pendapat orang lain. Selain itu, peserta didik secara tidak langsung, diajarkan untuk bekerjasama dalam memecahkan sebuah permasalahan.

Melalui karakteristik yang telah dijabarkan di atas dapat disimpulkan bahwa, metode ini memiliki beberapa kelebihan seperti halnya berikut.

  • Peserta didik menjadi aktif dan kritis.

Setiap permainan tentunya dirancang untuk membuat para pemain untuk aktif dan berpikir secara kritis untuk bisa memecahkan permainan tersebut. Tentunya hal ini akan membantu peserta didik untuk berperan lebih aktif dalam proses permainan dan menstimulus otak para peserta didik untuk terbiasa berpikir kritis dalam menghadapi suatu masalah.

  • Guru dapat mengevaluasi masing-masing peserta didik secara langsung.

Ketika proses permaian sedang berlangsung guru bisa melakukan penilaian terhadap masing-masing peserta didik. Penilaian yang dilakukan bisa berupa penilaian sikap, penilaian kognitif dan juga penilaian psikomotorik.

  • Pemahaman lebih berkesan dan bertahan lama dalam ingatan peserta didik.

Sering kita dengar peserta didik mengeluh kesulitan dalam mengingat materi pembelajaran. Lain halnya ketika proses pembelajaran dibuat menarik dan menyenangkan. Peserta didik akan lebih mudah mengingat materi pembelajaran tersebut.

  • Menumbuhkan motivasi belajar.

Proses pembelajaran yang nyaman tentunya membuat peserta didik termotivasi untuk terus belajar. Dengan begitu, semangat belajar dalam diri siswa pasti akan tumbuh dengan sendirinya.  

Pemanfaatan metode digital game based learning dalam proses pembelajaran membuat peserta didik asyik bermain game dan tanpa sadar dirinya sedang belajar materi pembelajaran. Bukankan hal ini sejalan dengan teori pembelajaran yang baik di mana proses pembelajaran yang dilakukan tidak menekan peserta didik dan akan mendorong peserta didik belajar atas kemauan sendiri.

Selamat mencoba...

INTAN ZUHROTUN 

REFERENSI:

Hidayat, R. (2018). Game-Based Learning: Academic Games sebagai Metode Penunjang Pembelajaran Kewirausahaan, Buletin Psikologi, 26(2), 71.

Prasetya,  D,D.,  Sakti,  W.,  Patmanthara,  S.(2013).       Digital       Game-Based Learning  Untuk  Anak  Usia  Dini, EKNO,2 (20), 45-50.