SahabatGuru : Penyiapan Generasi Abad 21

SahabatGuru : Penyiapan Generasi Abad 21

SahabatGuru – Dunia pendidikan dewasa memasuki dunia media, di mana kegiatan pembelajaran menuntut mengurangi metode ceramah dan diganti dengan pemakaian banyak media. Dalam system pembelajaran modern saat ini, para peserta didik tidak hanya berperan sebagai penerima pesan, tapi para peserta didik juga bertindak sebagai komunikator atau penyampain pesan.

Dalam komunikasi pembelajaran media pemeblajaran sangat dibutuhkan untuk meningkatkan efektivitas pencapain tujuan pembelajaran. Proses pembelajaran akan terjadi apabila ada komunikasi antara penerima pesan dengan sumber atau penyalur pesan lewat media tersebut.

Dalam Webinar Pendidikan SahabatGuru yang meliput kabupaten Langkat dan mengambil topik “Pentingnya Kemampuan Literasi Membaca dan Numerasi bagi Penyiapan Abad 21”. Ir. Daisy Radnawati, M.Si adalah Dosen Institute Sains dan Teknologi Nasional, ISTN Jakarta dan Dr. Ariyadi Wijaya, M.Sc adalah Pakar Strategi Pembelajaran UNY, sekaligus reviewer framework AKM hadir sebagai narasumber.

Ir. Daisy Radnawati, M.Si mengisi Webinar Pendidikan dengan judul “Inovasi Pembelajaran Daring Bagi Guru di Kabupaten Langkat”. Beliau melihat kondisi saat ini hanya 50 – 62 persen peserta didik yang berpartisipasi dalam pembelajaran daring.  Akses internet yang masih buruk sehingga peserta didik tidak mendapatkan akses internet yang memadai untuk belajar daring, serta pendidik juga harus selalu berinovasi dan kreatif agar peserta didik tidak jenuh dalam mengikuti kelas daring.

Salah satu komponen penting dalam meningkatkan dalam meningkatkan mutu pendidikan adalah tenaga pendidik atau guru dalam melakukan inovasi dan berkreativitas dalam pembelajaran menjadi berkualitas.

Hard skills diperlukan terkait dengan penguasaan ilmu pengetahuan teknologi dan keterampilan teknis yang berhubungan dengan pengetahuan. Sebagai contoh seorang pendidik harus mampu memiliki keterampilan dalam membuka pembelajaran, mengelola kelas, merancang group diskusi, penataan ruangan, dan menulis dengan baik menurut Muqowim tahun 2012.

Pengembangan media digital pembelajaran hendaknya memenuhi prinsip VISUALS (Visible, Interesting, Simple, Useful, Accurate, Legitimate, Structured) dalam perencanaan sistematik untuk penggunaan media. Ir. Daisy Radnawati, M.Si menyampaikan materi tersebut pada Webinar Pendidikan SahabatGuru Senin (18/10).

Dr. Ariyadi Wijaya, M.Sc mengisi Webinar Pendidikan dengan mengangkat tema “Pembelajaran Numerasi : Menyongsong Era Digital”. Beliau menjelaskan bagaimana pembelajaran numerasi dalam matematika realistik.

Matematika realistik terbagi menjadi 3 bagian. Yaitu, penggunaan konteks dunia nyata, model matematika, dan proses berpikir matematika. Ada 5 kunci penggunaan matematika realistik, seperti bagaimana cara penggunaan konteks, bagaimana matematisasi progresif yaitu bagaimana cara menggunakan konteks dunia nyata lalu pelan-pelan akan menjadi bentuk matematika. Konstruksi siswa menggunakan paradigma siswa untuk belajar secara aktif hingga apa yang dilakukan pengetahuan siswa adalah konstruksi pengetahuan siswa tersebut, hingga terjadi interaktivitas siswa. Dan pada akhirnya akan menimbulkan keterkaitan siswa dengan matematika itu sendiri.