Homeschooling Entrepreneur: Pilihan Sekolah di Masa Pandemi

Homeschooling Entrepreneur: Pilihan Sekolah di Masa Pandemi
Homeschooling Entrepreneur, bisa menjadi alternatif sekolah yang menciptakan calon pengusaha atau entrepreneur | Ist

SahabatGuru - Pandemi Covid-19 membuat masyarakat Indonesia harus selalu menjaga jarak dan tidak sering melakukan mobilitas di setiap waktu dan tempat. Homeschooling atau sekolah berbasis belajar di rumah menjadi sebuah solusi bagi orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya mengingat angka penyebaran virus corona pada anak masih tinggi. 

Kehadiran homeschooling dapat menjadi jalan bagi orang tua untuk memperkuat perannya sebagai pendidik utama dalam kehidupan seorang anak. Model homeschooling memberikan ruang komunikasi yang lebih efektif antara guru dan orang tua dalam membahas program pembelajaran anak. 

“HSE saat ini telah memiliki program pembelajaran setara level SD, SMP, dan SMA. Kami tanamkan mental dan pola pikir entrepreneurship sejak dini. Ini diperlukan untuk melawan pandemi dan turut berkontribusi untuk meningkatkan perekonomian kita ke depannya,” ujar CEO Homeschooling Entrepreneur (HSE), Hangga Pramudyanto pada keterangannya di Jakarta, Selasa (12/7).

Homeschooling Entrepreneur telah memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) dengan nomor P9997452 memiliki kurikulum yang relatif sama dengan kurikulum standar nasional, akan tetapi metode pembelajarannya lebih beragam, yakni secara tatap muka, individual ke siswa atau secara privat, dan sistem jarak jauh (Distance Learning).

"Keunggulan yang ditawarkan HSE kepada orang tua siswa. Mulai dari pembelajaran yang berbasis kewirausahaan, asesmen potensi intrinsik dan minat bakat siswa, gratis konseling pendidikan, proses pembelajaran yang fleksibel. Ini menjadi nilai tambah kita," ujar Hangga.

COO HSE Ir. M. Arif Fuaddin, M.Psi menambahkan bahwa dalam mendukung visi sebagai homeschooling berbasis entrepreneurship, HSE juga menghadirkan ragam kegiatan pembelajaran yang tidak hanya berbasis di dalam kelas dan kognitif saja, namun juga kegiatan di luar kelas dan berbagai program pengembangan keterampilan siswa.

“Terdapat kelas vokasi yang berfungsi untuk membantu siswa di HSE untuk mendapatkan kompetensi dalam skill yang berguna bagi mereka sebagai calon entrepreneur muda, seperti public speaking, marketing strategy, digital marketing, dan sebagainya,” ujar Arif.

Arif yang saat ini juga menjabat sebagai Pengurus Pusat ASAHPENA (Asosiasi Sekolah Rumah dan Pendidikan Alternatif) Indonesia mengatakan bahwa orang tua tidak perlu ragu dengan SDM di homeschooling ini karena nantinya siswa akan dibina oleh staf pengajar dan tim yang sudah berpengalaman bertahun-tahun di bidangnya dan ditambah adanya tutor-tutor dari pakar entrepreneurship yang sukses di bisnisnya.

"Ini menjadi pilihan yang tepat di tengah ketidakpastian kondisi pandemi di Indonesia saat ini. Staf pengajar kami juga sudah berpengalaman dan memang memiliki background yang tepat sesuai dengan pelajaran yang akan diiajarkan nantinya," ujar Arif.

Homeschooling Entrepreneur sudah membuka cabang di Jakarta, Yogyakarta, Bali, dan Solo. Dan bisa diakses secara digital di www.myhomeschoolingentrepreneur.com dan kami juga melayani konsultasi gratis seputar psikologi pendidikan anak di 0852-3242-0077. 

ROB