Kemendikbudristek Dorong Program Satuan Pendidikan Aman Bencana

Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemendikbudristek meminta semua pihak dapat mengenali ancaman bencana, memahami risikonya, dan meningkatkan kesadaran akan bencana terutama di satuan pendidikan.

Kemendikbudristek Dorong Program Satuan Pendidikan Aman Bencana

sahabatguru.com. Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemendikbudristek, Suharti selaku Ketua Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana meminta semua pihak dapat mengenali ancaman bencana, memahami risikonya, dan meningkatkan kesadaran akan bencana terutama di satuan pendidikan

Disebutkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mendorong penyelenggaraan program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).

Adapun tujuan program tersebut adalah untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat dalam menyikapi potensi bencana. Untuk itu dalam rangka peringatan HKB 2022, Suharti mengajak seluruh warga satuan pendidikan untuk ikut serta dan berpartisipasi aktif. 

Dalam keterangan resminya, Suharti juga menyoroti pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kebijakan dalam menciptakan Indonesia yang tangguh bencana. Menurutnya penanggulangan bencana adalah urusan bersama semua.

"Kami mengimbau kepala dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota seluruh Indonesia untuk menugaskan seluruh kepala satuan pendidikan mengimplementasikan program SPAB," tegas Suharti. 

Merujuk Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 33 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Program Satuan Pendidikan Aman Bencana, Kemendikbud Ristek bergiat melakukan pemantauan atas penyelenggaraan program SPAB dan meningkatkan kesiapsiagaan bencana di satuan pendidikan melalui beberapa langkah. 

Pertama, melakukan pengisian evaluasi SPAB sebelum tanggal 20 Mei 2022 melalui aplikasi inaRISK Personal yang dapat diunduh pada Play Store https://bit.ly/inaRISKandroid atau App Store https://apple.co/3wHJXxU.

Hasil pengisian evaluasi SPAB tersebut akan menjadi bahan laporan dalam forum Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) ke-7 pada tanggal 23-28 Mei 2022, di Bali, yang akan dihadiri delegasi dari 193 negara. 

Kedua, berpartisipasi dalam Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) dengan melakukan beberapa pilihan kegiatan seperti: Sosialisasi, edukasi dan kampanye publik/sosial media terkait SPAB. Peningkatan keterampilan dan kapasitas warga satuan pendidikan dalam penyelenggaraan SPAB. 

Pengecekan sarana dan prasarana keselamatan, penyusunan uji prosedur tetap (protap), kesiapan personil dan pengecekan logistik peralatan kebencanaan yang ada di satuan pendidikan. Uji sistem dan alat peringatan dini, pengecekan jalur, rambu dan tempat evakuasi yang ada di satuan pendidikan. Latihan penyelamatan diri, evakuasi mandiri dan simulasi kebencanaan. 

Ketiga, berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat atau lembaga lainnya seperti Badan SAR Daerah, Dinas Pemadam Kebakaran, Palang Merah Indonesia (PMI), Gerakan Pramuka, dan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU).

Kemudian dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) serta lembaga lainnya yang memiliki kompetensi dan kapasitas dalam penanggulangan bencana khususnya program SPAB dalam melaksanakan rangkaian kegiatan HKB 2022. "Kegiatan HKB 2022 dapat dilaksanakan pada bulan April s.d. Mei 2022," terang Suharti. 

Keempat, mendaftarkan atau melaporkan kegiatan HKB 2022 di masing-masing satuan pendidikan melalui tautan berikut https://bit.ly/DaftarHKB2022. Baca juga: Mendikbud Ristek: Beasiswa Pendidikan Indonesia 2022, Ada 3.000 Kuota Informasi lebih lanjut mengenai evaluasi SPAB, HKB tahun 2022 dan program SPAB lainnya dapat dipelajari pada laman https://spab.kemdikbud.go.id/ atau dapat menghubungi Sekretariat Nasional SPAB melalui pos-el [email protected] atau Whatsapp 085213318836.***