Kemendikbudristek Ingatkan Pemda Persiapan Belajar Tatap Muka Dilakukan Secara Hati-hati 

Kemendikbudristek Ingatkan Pemda Persiapan Belajar Tatap Muka Dilakukan Secara Hati-hati 
Ilustrasi pembelajaran tatap muka (PTM) | Foto: itjen.kemdikbud.go.id

SahabatGuru - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) mendorong agar pemerintah daerah mempersiapkan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas dengan hati-hati. 

Direktur Sekolah Dasar Kemendikbudristek Sri Wahyuningsih mengingatkan bahwa keputusan PTM berada pada orang tua yang mengizinkan atau tidak anaknya berangkat ke sekolah.

"Kami mendorong PTM terbatas untuk dipersiapkan dengan baik dan penuh kehati-hatian, mengikuti prosedur yang benar, melalui persiapan yang matang sesuai kebijakan SKB Empat Menteri," kata Sri dalam webinar, di Jakarta, Jumat (9/7) akhir pekan lalu.

Sri mengatakan, bagi sekolah berada di zona hijau, PTM Terbatas bisa dilaksanakan. Namun pelaksanaannya harus dipersiapkan dengan matang tanpa terkecuali.

Bagi sekolah yang berada di zona merah atau termasuk wilayah dengan angka penyebaran Covid-19 masih tinggi, Kemendikbudristek menyarankan agar sekolah tidak dibuka. 

"Untuk daerah di zona merah dan zona oranye, kami tidak merekomendasikan dibukanya pembelajaran tatap muka terbatas," kata Sri menambahkan.

Sri menambahkan agar para guru untuk tetap semangat meningkatkan kreativitas dan inovasi dalam hal memberikan layanan pembelajaran yang terbaik bagi anak didik. Jangan sampai para penerus bangsa mengalami kemunduran perilaku yang selama ini sudah dibentuk.

"Kita harus kembalikan mental mandiri, kreatif, critical thinking dan mental inovasi," tutup Sri. 

SKB Empat Menteri menyatakan bahwa sekolah bisa melakukan PTT pada bulan Juli 2021. 

Namun angka positif Covid-19 justeru naik pada bulan-bulan ini. Bahkan pemerintah memberlakukan PPKM Darurat untuk wilayah Jawa-Bali dan mulai diperluas hingga Sumatera. 

Hingga kini belum ada evaluasi atas SKB Empat Menteri tersebut. 

ROB