Kenali ciri-ciri Strict Parents dan dampaknya bagi anak

Gaya parenting adalah hal yang penting, dan perlu diperhatikan dengan baik. Dalam menerapkan gaya parenting juga harus dipelajari dengan baik, karena kalau kita sampai salah memilih parenting yang nantinya akan diterapkan kepada anak, hal ini akan berdampak buruk kepada anak. Sebelum kita bahas lebih lanjut, yuk kita kenalan dulu sama Strict Parents.
Apa itu Strict Parents? Dikutip dari SehatQ.com, strict parents adalah gaya pengasuhan kepada anak yang ketat, menempatkan standar yang tinggi kepada anak, dan selalu menuntut anak. Gaya pengasuhan ini merupakan gaya pengasuhan yang tidak baik dan berdampak buruk kepada anak. Mungkin di satu sisi, dengan adanya pola asuhan yang ketat dapat membuat anak menjadi pribadi yang lebih baik tetapi, sayangnya pola asuhan yang ketat ini kebanyakan yang bersifat otoritatif atau otoriter.
Gaya asuhan ini kerap kali menuntut anak harus menjadi juara kelas, nilai sekolahnya harus bagus, harus mengikuti les di luar sekolah, dan jika seorang anak gagal dalam mewujudkannya, orang tua akan memberikan hukuman kepada sang anak. Menaruh ekspektasi terlalu tinggi kepada anak juga bukanlah hal yang sepatutnya dilakukan oleh orang tua, dan beberapa orang tua percaya bahwa jika mereka menerapkan pola asuhan yang ketat ini akan menjadi seseorang yang sukses nantinya. Padahal pola asuhan yang ketat tidak menentukan suksesnya seorang anak dimasa depan nantinya.
Strict parents yang otoriter ini justru membuat anak menjadi tertekan karena dituntut harus sempurna di segala bidang, dan juga terlalu banyak aturan yang ketat dan terkadang tidak masuk akal. Nah, berikut adalah ciri-ciri strict parents
1. Menuntut tetapi tidak responsive
Strict parents dengan sifat otoritatif ini cenderung memiliki banyak peraturan baik yang tertulis dan tidak tertulis yang harus dipatuhi dan dijalani oleh seorang anak. Dan hal ini sangat berdampak pada kehidupan anak, baik di dalam rumah atau di luar rumah. Dan strict parents berekspektasi bahwa sang anak sudah harus tahu peraturan tersebut tanpa diberitahu.
2. Kurang kasih sayang
Terkadang strict parents sering kali terlihat dingin, kasar dan tidak dengan anak-anaknya. Biasanya mereka membentak sang anak dan jarang sekali menghargai atau memberikan dukungan kepada anak.
3. Memberikan hukuman fisik
Strict parents yang otoriter tidak akan segan memberikan hukuman fisik kepada anaknya seperti memukul atau mencubit jika sang anak tidak menaati peraturan yang sudah ada.
4. Semua dipilih oleh orang tua
Strict parents yang otoriter ini cenderung tidak memberikan opsi kepada anak. Apakah sang anak mau A atau mau B. Mereka akan mengambil keputusan tanpa ada pembahasan dengan sang anak, dan memutuskan sendiri.
Apa dampaknya pada anak?
Saat anak mendapati pola asuh yang ketat dan semena-mena ini, anak akan cenderung tidak Bahagia dan depresi karena adanya kekangan dari orang tua. Selain itu, akan mengundang gangguan perilaku pada anak. Saat orang tua mengasuh anaknya dengan cara ancaman, kekerasan atau paksaan, alhasil anak akan membangkang, pemarah dan sifat impulsif dapat tertanam di dalam diri sang anak.
Dan siapa sangka dengan pola asuh yang buruk ini akan menciptakan anak yang senang berbohong. Kenapa? Karena untuk menghindari hukuman anak nantinya akan berbohong, dan mereka pun tidak memberikan anak untuk mengutarakan kejujurannya, hal ini dapat membuat anak menjadi sering berbohong dan senang memendam sesuatu.
Pola asuh Strict Parents merupakan hal yang membuat dampak buruk kepada anak, terutama pada mental sang anak. Kasih sayang dan dukungan dari orang tua sangat dibutuhkan oleh seorang anak, dengan adanya hal tersebut anak akan merasa disayang oleh orang tua.
Perlu diperhatikan, kita terkadang boleh bersikap tegas kepada anak, tetapi harus memiliki batas yang wajar seperti tidak melakukan kekerasan kepada anak, melakukan ancaman dan sebagainya, dan alangkah baiknya harus selalu dibicarakan baik-baik dengan sang anak.
sumber: sehatq.com
What's Your Reaction?






