KOMINFO-APKASI-YPAN-Pemerintah Wajo Wujudkan Sinergitas Demi Kemajuan Guru  

KOMINFO-APKASI-YPAN-Pemerintah Wajo Wujudkan Sinergitas Demi Kemajuan Guru   
Webinar Pendidikan Kabupaten Wajo

Webinar Pendidikan Kabupaten Wajo telah sukses diselenggarakan oleh SahabatGuru pada Selasa (6/10). Webinar yang terselenggara daring ini dihadiri oleh Johnny G. Plate Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Dr. Himmatul Hasanah, M.P Staf Ahli APKASI Bidang Pendidikan dan Kebudayaan, H. Sukamta Koordinator Wilayah APKASI Provinsi Kalimantan Selatan, Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si. Bupati Wajo sebagai pemberi opening speech pada webinar pendidikan yang bertema dinamika blended learning dalam pembelajaran daring.

Sebagai mitra guru, APKASI bersama Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara (YPAN) menyediakan platform SahabatGuru untuk memfasilitasi para guru agar lebih cakap pada literasi digital. Webinar ini adalah salah satu program yang diselenggarakan SahabatGuru melalui Zoom dan YouTube.

Melalui sambutannya, Dr. Himmatul Hasanah, M.P. sebagai Staf Ahli APKASI Bidang Pendidikan dan Kebudayaan menyampaikan komitmen APKASI yang akan tetap konsisten dan komitmen membersamai daerah dalam mewujudkan pendidikan yang lebih baik dan berkualitas di Indonesia. APKASI bersama Yayasan Adiluhung Nusantara melalui platform SahabatGuru terus bersinergi meningkatkan kualitas guru di era 4.0 melalui peningkatan literasi digital yang dikemas melalui webinar pendidikan gratis bagi para guru.

Selain itu, H. Sukamta sebagai Koordinator Wilayah APKASI Provinsi Kalimantan Selatan memaparkan sisi positif dari sistem daring, yaitu kegiatan jarak jauh bisa dijangkau dengan teknologi. Namun, guru saat ini mendapatkan tugas baru, yaitu memantau pembelajaran daring siswa agar tetap berjalan baik. Selain belajar daring, para siswa, menurut Sukamta, memiliki kemungkinan besar untuk belajar hal lain dengan gawai di luar pembelajaran sekolah.

“Saya melihat, karena banyak anak didik yang sudah sangat pandai menguasai teknologi, mereka juga belajar bagaimana menghasilkan uang melalui internet. Inilah dampak positif yang musti kita syukuri. Jadi, proses pembelajaran saat ini sudah tak bisa disamakan dengan zaman orang tua terdahulu,” papar Koordinator Wilayah APKASI Kalimantan Selatan.

Perubahan peradaban yang lebih maju memang ditandai dengan perkembangan teknologi yang sangat cepat. Sayangnya, penguasaan ICT di Indonesia, terutama di pedesaan masih sanagt rendah. Melalui opening speech-nya, Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si. selaku Bupati Wajo tentu mendukung upaya pemerintah dalam memajukan kemampuan digital para guru. Karena Beliau yakin, buku memang dapat digantikan dengan teknologi, tetapi peran guru tak akan dapat tergantikan.

“Pendidikan dalam peningkatan ICT literacy skill dapat bermanfaat untuk menciptakan melek teknologi dan media, komunikasi efektif, critical thinking, problem solving, dan collaboration. Selain itu, karakter guru dalam blended learning yaitu sebagai berikut. Pertama, guru sebagai fasilitator mampu memanfaatkan teknologi digital. Kedua, guru harus meningkatkan minat baca agar dapat menyelesaikan masalah pembelajaran. Ketiga, guru harus memiliki kemampuan menulis dalam karya tulis sebagai kontribusi dalam peningkatan kualitas pembelajaran. Keempat, guru harus kreatif dan inovatif dengan menguasai e-learning dalam proses hybrid learning. Kelima, guru melakukan transformasi kultural berupa penyesuaian yang cepat terhadap penggunaan media baru dalam pembelajaran,” jelas Bupati Wajo.  

Pendidikan adalah sektor paling terdampak dengan adanya Pandemi Covid-19. Secara global, UNICEF memprediksi sekitar 290 juta anak berpotensi putus sekolah akibar Covid-19. Dengan hal ini, Menteri Kominfo RI Johny G. Plate berpendapat jika adanya PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) mendorong guru bekerja dua hingga tiga kali lebih keras untuk beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan model pembelajaran digital yang inovatif, kreatif, dan yang efektif.

“Proses pembelajaran harus terus mengembangkan talenta dan karakteristik peserta didik yang beragam dalam konteks Merdeka Belajar. Menyikapi hal tersebut, Kominfo telah memfasilitasi literasi digital bagi para guru sebagai demi menuju masyarakat cakap digital sebagai model adaptasi pada perubahan besar dalam tatanan masyarakat. Literasi digital tidak hanya berfokus pada penguasaan digital, tetapi juga mampu bermedia digital dengan penuh tanggung jawab. Guru menjadi elemen penting dalam tatanan masyarakat yang seyogyanya memiliki kemampuan digital yang mumpuni. Kominfo terus menggelorakan gerakan program literasi digital nasional. Indonesai makin cakap digital yang dilaksanakan serentak melalui pelatihan digital di 514 kabupaten/kota di seluruh penjuru tanah air,” ungkap Menteri Kominfo RI.

Peran guru dalam pembelajaran digital diharapkan mampu memberi solusi yang tepat dalam mengatasi permasalahan dan adaptif terhadap perubahan lingkungan. Perubahan tersebut memerlukan orientasi baru dalam pendidikan yang menekankan pada kolaborasi, komunikasi, inisiasi, kreativitas, dan inovasi. Guru diharap mampu memainkan peran sebagai pembawa perubahan dalan dunia pendidikan yang dinamis.

Dengan kehadiran platform SahabatGuru, guru-guru di Indonesia dapat memanfaatkan fasilitas yang tersedia untuk meningkatkan kemampuannya demi menyambut perubahan pendidikan yang dinamis. Mari bersama mencipta guru yang mampu menjadi agen perubahan, pembaharuan pengetahuan, dan konsultan pembelajaran.

 ANIS SAFITRI