Virtual Lab: Penerapan Literasi Digital dalam Pembelajaran Daring

Virtual Lab: Penerapan Literasi Digital dalam Pembelajaran Daring
Yogo Dwi Prasetyo, M. pd., M.Sc sebagai narasumber webinar pendidikan berkama kabupaten Wajo

SahabatGuru - Masa pandemi sangatlah berpengaruh besar pada bidang pendidikan. Banyak juga perubahan-perubahan yang harus guru lakukan dan laksanakan walaupun memang harus memutar otak juga untuk bisa mengubah kembali model atau strategi pembelajaran sesuai dengan keadaan.

Apalagi guru yang harus memberikan effort lebih besar terkadang harus merelakan materi-materi  praktik yang seharusnya di lakukan secara langsung, seperti hal nya praktik di laboratorium sekolah. Namun, untuk mengatasi salah satu masalah tersebut, SahabatGuru bekerja sama dengan Kementerian Kominfo RI serta APKASI mengadakan kembali webinar pendidikan yang dilaksanakan 5 Oktober lalu dengan kabupaten Wajo dan menghadirkan dua narasmuber yang sangat luar biasa.

Salah satu praktisi pendididkan yaitu Yogo Dwi Prasetyo, M. Pd., M.Sc yang memiliki banyak track record hingga sekarang, seperti menjadi pembimbing olimpiade sains bidang kimia kabupaten  Sleman, Yogyakarta, guru idang studi kimia SMAN 1 Yogyakarta, dosen pengembangan media pembelajaran pendidikan Kimia UII, serta penggiat organisasi Sahabat Rumah Belajar DIY.

Yogo dapat mengubah paradigma guru bahwa materi-materi praktik misalnya untuk mata pelajaran kimia tidak hanya sekedar teori atau konsep saja, melainkan juga menggunakan IT atau teknologi yang ada. Seperti hal nya praktik laboratorium yang masih dipercaya tidak akan bisa berjalan selama pandemi ini harus dihapuskan sesegera mungkin dari mindset para guru.

Maka, guru-guru yang belum mengetahui dan mempercayai pentingnya literasi digital haruslah diubah pola pikir dan mulai untuk menggali lebih dalam. Apa hubungannya materi praktik dengan literasi digital? Hubungannya sangat erat dan penting untuk diketahui pendidik karena dari literai digital guru bisa bertemu dengan berbagai kemudahan untuk siswa, salah satunya dalam pembelajaran praktik laboratorium.

Hal tersebut juga sangat penting bagi siswa agar mereka mampu menghadirkan pemikiran yang kritis sehingga memecahkan problem sangat cepat, keingintahuan siswa mulai meningkat, motivasi siswa untuk belajar mulai bertumbuh, penyelesaian masalah dengan kreatif, bekerja sama dengan orang lain, serta inovasi yang lebih menarik.

Transformasi media digital sendiri di mulai dari buku, e-book kemudian ruang kelas, serta virtual kelas. Untuk medianya sendiri ada telepon kemudian smartphone di mana terdapat Google meet, google classroom. Lalu ruang laboratorium sekolah dan saat ini adanya virtual lab sebagai pengembangan dari teknologi untuk siswa. Memiliki alat-alat laboratorium berbasis multimedia interaktif dan dioperasikan dengan komuter seakan akan siswa berada dalam laboratorium yang sebenarnya. Sifatnya interaktif dan siswa bisa mencoba-coba tidak perlu bahan, alat yang mahal, khususnya jika eksperimen pada kimia dan simulasi digital. 

Maka dari itu, Yogo melalui webinar SahabatGuru memperkenalkan media pembelajaran ini agar siswa yang merasa kesulitan untuk praktik di laboratorium menjadi llebih mudah. Selain itu ada pula keuntungan dari virtual lab seperti:

  1. Melindungi siswa dari bahan bahan kimia yang berbahaya
  2. Magar siswa mendapatkan pengalaman realistis daripada menghalalkan konsep
  3. Membantu memecahkan masalah yang ada di sekolah yang kadang-kadang masih ada sekolah yang laboratoriumnya masih kurang dan tidak ada Laboratorium serta alat-alat nya
  4. Mengevaluasi siswa menggunakan IT
  5. Membantu siswa untuk mengatasi kebosanan untuk menaikan minat dan motivasi

Virtual lab yang disampaikan oleh Yogo pada webinar SahabatGuru perlu diberikan saat situasi pandemi karena banyak manfaat yang di dapatkan, seperti bisa meningkatkan pemahaman dan motivasi siswa sesuai dengan kerucut pengalaman menurut Edger bahwa suatu informasi akan sangat mudah diingat ketika seorang siswa melakukan eksperimen secara langsung atau learning by experiment. Virtual lab sendiri masuk ke model aktif learning dan juga model enquary based learning.