Naiknya Anggaran Pendidikan Harus dibarengi Program Kerja yang Efektif

.Adanya penambahan anggaran pendidikan sebesar 5,66 persen pada tahun 2023 perlu dibarengi dengan program kerja yang tepat sasaran

Naiknya Anggaran Pendidikan Harus dibarengi Program Kerja yang Efektif

sahabatguru.com. Adanya penambahan anggaran pendidikan sebesar 5,66 persen pada tahun 2023 perlu dibarengi dengan program kerja yang tepat sasaran. Hal ini harus dilakukan mengingat banyak permasalahan pendidikan yang mengemuka terkait dengan pandemi COVID 19.

Hal itu dikatakan oleh Nadia Fairuza, Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) dalam diskusi dari Selasa (19/4). Menurutnya banyak masalah yang harus dibenahi dengan adanya proses pembelajaran jarak jauh.  “Proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang muncul sebagai respons pandemi memperlihatkan sejumlah masalah yang harus dibenahi, misalnya saja masih belum memadainya kualitas para guru, terutama dalam mengadaptasi perubahan metode pembelajaran akibat pandemi,”

Menurutnya tantangan utama dalam PPJ adalah kemampuan guru menyesuaikan diri dengan metode pembelajaran yang berbeda. Hal ini bersumber dari terbatasnya akses internet dan gawai pintar di kalangan guru dan siswa.

Untuk meningkatkan kualitas guru dalam rangka mendukung pelaksanaan PJJ memerlukan pelatihan ekstensif dan intensif agar hingga berjalan optimal. Pelatihan diharapkan juga membangun kapasitas para guru dalam menggunakan otonomi yang lebih besar (greater autonomy) untuk merespons dampak dari bencana terhadap satuan pendidikan yang mereka tangani.

Kombinasi pembelajaran dari rumah dan di sekolah, mengharuskan para guru untuk mengandalkan teknologi dalam berkomunikasi dan mengajar murid mereka. Alih-alih fokus pada pengembangan metode pembelajaran yang menarik untuk para siswa, mereka justru masih harus berjuang melaksanakan pembelajaran seperti biasa.

Nadia menambahkan, minimnya akses internet dan gawai pintar terutama bagi guru di pedesaan juga menjadi penghalang. Pandemi juga menambah beban kerja guru dengan tugas-tugas tambahan seperti menyiapkan konten pembelajaran daring hingga melayani pertanyaan dari peserta didik dan orang tua hingga larut malam.

Sebelumnya diberitakan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengalokasikan anggaran sebesar Rp563,6 triliun hingga Rp595,9 triliun untuk belanja pendidikan pada 2023. Belanja pendidikan kembali mengalami kenaikan dibandingkan tahun ini yang sebesar Rp542,8 triliun. "Untuk anggaran pendidikan tahun depan akan meningkat lagi mencapai Rp563,6 triliun hingga Rp595,9 triliun. Ini lebih tinggi dibandingkan tahun ini," kata dia dalam video conference, Kamis, 14 April 2022.

Ia menambahkan, belanja pendidikan ini digunakan untuk membayar tunjangan profesi guru dan PNS untuk yang merupakan profesi pendidik sebanyak 264 ribu orang, serta operasional sekolah mulai dari pendidikan dini hingga SMA. "Belanja pendidikan juga dipakai untuk operasi sekolah melalui bos dan juga bahkan biaya operasi sampai tingkat PAUD, yaitu pendidikan usia dini dimana 6,5 juta anak-anak pada usia dini yang akan mendapatkan manfaat,"ujar Sri Mulyani. (sumber : laman medcom.id)