Konsistensi dan Komitmen Menkominfo, APKASI, dan Bupati Pemalang Mendukung Guru di Era Digital

SahabatGuru - Webinar Pendidikan Kabupaten Pemalang (6/10) diawali oleh opening speech dari Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Johnny G. Plate, Dr. Himmatul Hasanah, M.P Staf Ahli APKASI Bidang Pendidikan dan Kebudayaan, Inisiator Program SahabatGuru, H. Hendy Siswanto Koordinator Wilayah APKASI Provinsi Jawa Timur, Bupati Jember, dan Mukti Agung Wibowo, S.T., M.Si selaku Bupati Pemalang yang membahas mengenai konsistensi dan komitmen dalam mendukung guru di Era Digital.
Dr. Himmatul Hasanah, M.P mengungkapkan pencapaian dan kiprah dari APKASI terutama di bidang pendidikan, APKASI akan terus konsisten dan berkomitmen untuk membersamai daerah dalam mewujudkan pendidikan yang lebih baik dan berkualitas. H. Hendy Siswanto juga menambahkan bahwa kualitas sumber daya manusia merupakan hal yang sangat fundamental dalam menjaga masa depan bangsa, selain itu juga merupakan pondasi kuat di tengah sengitnya persaingan regional global.
APKASI menjawab dan berusaha untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan mengadakan ‘APKASI Ministrial Forum’ pada tahun 2017 yang membahas mengenai pendidikan dan tenaga pendidikan sebagai bentuk membela hak guru honorer yang berada di pelosok tanah air. Hasil dari Apkasi Ministrial Forum, menghasilkan 17 rekomendasi, yang salah satunya adalah formasi PNS untuk guru untuk segera diberikan oleh pemerintah, dan hal ini didengar oleh pemerintah. Pada tahun 2018-2019 adanya pengangkatan dengan jumlah sekitar 69.000-70.000 guru.
Selain itu, terdapat rekomendasi terkait dengan P3K, dan sudah mulai dapat dilaksanakan di tahun 2020 hingga tahun ini. Namun sayangnya, muncul masalah baru yaitu anggaran ditanggung oleh pemerintah daerah, bukan oleh pemerintah pusat. Dr. Himmatul Hasanah mengajak untuk bekerjasama dengan berbagai pihak pemerintah dari daerah hingga pusat untuk menyampaikan aspirasi daerah yang perlu diperhatikan agar menghasilkan keputusan yang tepat bagi semua pihak.
Kualitas guru saat ini di Indonesia ditunjukkan dari kualitas pendidikan di Indonesia yang masih cukup rendah. Pada lima tahun terakhir, mata pelajaran matematika dan Bahasa Inggris selalu dinilai sulit, maka dari itu APKASI bersama Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara telah menyapa 160.000 guru di 180 kabupaten dan kota. Selain itu juga, melalui SahabatGuru akan mengadakan training yang membahas mengenai growth mindset, yang diharapkan melalui training ini dapat memunculkan karakter seperti kepercayaan diri, berani menghadapi tantangan, dan bertanggung jawab sehingga dapat meningkatkan kualitas guru dan dapat memberikan efek positif di Indonesia.
Hal ini juga disampaikan oleh H. Hendy Siswanto bahwa guru diharapkan mulai menanamkan pola pikir yang tumbuh dan terbuka, mampu beradaptasi dengan memanfaatkan platform pendidikan saat ini. Selain itu juga melakukan pembelajaran jarak jauh, menguasai teknik-teknik mengajar yang baru, menggunakan learning management system, dan lain sebagainya. Karena, tantangan guru di era globalisasi yang dimana serba digital, yaitu mencetak lulusan-lulusan yang memiliki kemampuan menyelesaikan masalah kompleks, berpikir kritis serta analitis, dan tetap berkarakter.
Dr. Himmatul Hasanah, M.P ingin ‘membongkar’ mindset para guru yang mengatakan matematika itu sulit, hal ini dilakukan melalui program Matematika Smart Teaching Indonesia. Selain itu, terdapat penemuan baru mengenai pembelajaran cepat pada mata pelajaran Bahasa Inggris yang dapat dilakukan hanya dalam 3 hari. Program pelatihan ini sudah diterapkan beberapa kali di beberapa tempat seperti Lombok untuk menguji apakah pelatihan ini layak dan ternyata menghasilkan yang memuaskan. Pelatihan ini juga diterapkan di Bengkulu yang telah diikuti oleh 120 guru dan Batubara yang diikuti oleh ratusan OPD. Sumatera Utara juga mengundang untuk mengadakan pelatihan untuk dosen dan mahasiswa. Pelatihan ini sangat diperlukan dan salah satu solusi untuk meningkatkan literasi di Indonesia.
Bupati Pemalang berharap bahwa dengan mengikuti webinar pendidikan dapat menambah pengetahuan dan wawasan untuk para guru agar senantiasa menerapkan pendidikan karakter dengan langkah dan upaya yang tepat sehingga dapat menghasilkan generasi muda yang unggul dan tidak hanya berprestasi dalam akademik melainkan juga berakhlak mulia dalam berperilaku sehari-hari.
Untuk mewujudkan transformasi digital pendidikan di Indonesia. Bupati daerah juga bersinergi dengan Program Literasi Nasional Indonesia Makin Cakap Digital 2021 Kementerian Kominfo RI dan APKASI melalui webinar sebagai salah satu upaya nyata dalam peningkatan literasi digital guru sebagai bentuk dukungan untuk seluruh guru di Indonesia.
Menkominfo Johnny G. Plate menyampaikan bahwa literasi digital tidak hanya berfokus pada penguasaan teknologi, melainkan juga mampu bermedia digital dengan penuh tanggung jawab. Guru menjadi salah satu elemen dalam tatanan masyarakat yang sepatutnya memiliki kecakapan digital yang mumpuni. Oleh karena itu, pemerintah melalui kominfo terus menggelorakan gerakan program literasi digital nasional Indonesia makin cakap digital, yang saat ini dilakukan secara serentak melalui berbagai pelatihan digital di 514 kabupaten kota di seluruh penjuru Indonesia.
Mukti Agung Wibowo, S.T., M.Si menghimbau untuk seluruh peserta webinar selaku tenaga pendidik Pemalang untuk mengembangkan pendidikan karakter melalui perencanaan yang baik dengan pendekatan yang sesuai dan metode pembelajaran yang efektif. Selain itu, beliau juga menyemangati para guru untuk terus belajar dan sesuaikan mindset dengan apa yang ada dan apa yang terjadi saat ini sebagai bentuk menghadapi perubahan di tengah era digital.
“Apa yang kita pikirkan akan membentuk apa yang akan kita katakan, apa yang kita katakan akan membentuk apa yang akan kita lakukan yang dimana dapat menjadi kebiasaan sehingga perlu untuk growth mindset agar membentuk karakter yang baik dan sesuai.” tegas Mukti Agung Wibowo, S.T., M.Si di akhir opening speech yang disampaikannya.
Di akhir kata, Menteri Kominfo menegaskan kembali untuk satukan langkah dalam menjaga diri, melindungi negeri, dan semakin mencerdaskan bangsa Indonesia. Terus berinovasi, berkreasi, beradaptasi, dan bertransformasi demi Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh.
What's Your Reaction?






