Coach Internasional Bakar Semangat Guru Ngawi dengan Growth Mindset

Coach Internasional Bakar Semangat Guru Ngawi dengan Growth Mindset
Djohan Yoga (sumber: presenta.co.id)

SahabatGuru – Ribuan guru-guru di Kabupaten Ngawi telah mengikuti webinar pendidikan daring yang diadakan pada Jumat (8/10) melalui Zoom dan YouTube. Webinar pendidikan ini mengundang pembicara-pembicara dari praktisi pendidikan yang sangat inspiratif, salah satunya Ir. Drs Djohan Yoga, M.Sc., MoT, Ph.D sebagai International Growth Mindset Master Coach dan International Certified Trainer for Asia. Dengan topik Growth Mindset Coach: Urgensi “Peran-Baru” Guru untuk Peserta Didik, Djohan Yoga siap membakar semangat para guru di Ngawi untuk lebih memahami tentang pola pikir (mindset) sebagai dasar pembentukan karakter.

Menurut Djohan, guru adalah pusat pemulihan pendidikan. Transformasi digital pun tidak hanya memerlukan teknologinya. Ada sebuah unsur yang menajdi dasar untuk semuanya; mindset. Mindset adalah kumpulan keyakinan atau asumsi atau cara berpikir yang menentukan “reaksi dan pemaknaan” seseorang terhadap suatu kejadian.

Dengan growth mindset, kita bisa beradaptasi, bagaimana belajar, bagaimana mengajar, di dalam dunia pandemi Covid-19. Berdasar hasil PISA 2018, tidak ada perubahan yang berarti dalam tiga tahunnya. Posisi negara-negara peserta “sama saja”. Yang top tetap top, yang midle tetap midle, yang bottom tetap terperangkap di bottom.

Faktor non-akademis yang mampu memengaruhi pendidikan yaitu growth mindset, karena mampu menggerakkan motivasi siswa agar mereka mau meraih prestasi tinggi. Penelitian membuktikan bahwa upaya perbaikan mutu akademis melalui pendekatan nonakademis ternyata lebih efektif daripada melalui pendekatan akademis. Oleh karena itu, PISA menyarankan adanya perbaikan dengan pendekatan nonakademis, yaitu melalui growth mindset.

Kurang bagusnya, Indonesia memiliki peringkat enam terbawah dalam bidang mindset. Lalu, ada 66% siswa Indonesia yang memiliki fixed mindset. Mereka tidak yakin mereka bisa lebih pintar dari saat ini. Inilah hambatan yang harus dilalui para guru. Alhasil, dalam peringkat akademis, Indonesia juga mencapai peringkat bawah. Sehingga, PISA menyimpulkan jika negara-negara yang akademisnya rendah maka growth mindset-nya juga rendah. Hal ini ternyata memiliki korelasi yang berbanding lurus.

Kesimpulan PISA adalah growth mindset berpengaruh secara signifikan terhadap performa akademik siswa. Selain itu, growth mindset seorang guru sangat menentukan pencapaian akademis siswanya. Ditambah lagi, growth mindset bisa diajarkan kepada siswa di dalam kelas. Inilah kabar baik yang harus kita sambut dengan semangat. 

Materi Djohan Yoga dalam Webinar Pendidikan Ngawi

Saat ini, growth mindset telah menjadi fokus baru di 79 negara dalam upaya memperbaiki mutu pendidikannya. Mari, kita jadikan Indonesia memiliki guru dan siswa yang punya growth mindset.

Untuk mempelajari dunia digital ini, kita memerlukan tiga modal dasar, yaitu toolsetmindset, dan skillset. Dengan mindset, kita bisa memperluas cara berpikir. Skillset yaitu memperdalam cara berpikir. Lalu, toolset yaitu mempertajam cara berpikir. Mindset adalah faktor fundamental untuk langkah pertama memperluas cara berpikir. Jadi, kalau berbeda keyakinan dan asumsi, maka beda pula reaksinya. Contohnya, berbeda pandangan tentang Covid-19 menyebabkan adanya pandangan jika Covid-19 hanyalah konspirasi.

Mindset itu dibentuk oleh attitudebehaviorcharacter, dan habit. Seorang ahli mindset yaitu Carol S. Dweck pernah mempertanyakan kenapa manusia berbeda dan punya reaksi berbeda. Oleh karena itu, mindset dibagi jadi dua, fixed mindset dan growth mindset. Pemilik fixed mindset berkeyakinan jika seseorang lahir dengan kecerdasan dan kemampuan tetap dan tidak bisa diubah. Pemilik growth mindset berkeyakinan jika kecerdasan dan kemampuan seseorang bisa dikembangkan secara tak terbatas melalui proses belajar dan usaha.

Perjalanan menuju kesuksesan bisa digambarkan melalui mindset yang akan memengaruhi aksi dan berujung pada hasil. Mindset pun memegang posisi penting untuk meraih hasil dan kesuksesan yang optimal.

Jadi, siapkah kita bangun pendidikan lebih maju dengan memperbaiki mindset?

ANIS SAFITRI