Mengenal Lebih Dekat Metode Lesson Study

Mengenal Lebih Dekat Metode Lesson Study
illustrasi:Dosen FKIP Umuslim Dampingi Penerapan Lesson Study Bagi Guru PAUD. sumber : https://kabarbireuen.com/

Institusi pendidikan memiliki peran besar bagi kemajuan bangsa. Berbagai cara dilakukan untuk memberikan perubahan dan terobosan terbaik bagi institusi. Mulai dari evaluasi sistem pengajaran, pemberdayaan kapasitas guru, pemberian pelayanan terbaik untuk murid, dan lain sebagainya.

Sejatinya belajar untuk selalu membenahi diri bisa dilakukan melalui siapa saja. Begitu pula dalam dunia pendidikan, Jepang memiliki sistem pengajaran yang bernama lesson study. Inovasi ini telah lama berada di Jepang dan juga telah banyak sekolah yang menggunakan metode ini. Namun hendaknya kita perlu tahu apa itu lesson study? Dan, bagaimana tahapan mempraktikkan lesson study?

Lesson study merupakan model pembinaan bagi tenaga pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif bersama guru-guru  pengampu mata pelajaran berbeda dalam satu sekolah dan dilakukan secara berkelanjutan berdasarkan prinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar. 

Lesson Study berasal dari bahasa Jepang “jugyokenkyu”, yang berasal dari dua kata jugyo yang berarti lesson atau pembelajaran, dan kenkyu yang berarti study atau research atau pengkajian. Dengan demikian lesson study merupakan study atau penelitian atau pengkajian terhadap pembelajaran. Metode tersebut sudah berkembang di Jepang sejak awal 1900an.

Di Jepang metode lesson study diselenggarakan oleh sekolah. Guru dalam satu sekolah dikumpulkan untuk mendapatkan pelatihan. Mereka dapat bertukar cerita mengenai pengajaran di dalam kelas, sehingga kegiatan tersebut dapat  mempererat hubungan antarguru. Seiring berjalanya waktu, pemerintah Jepang merasakan manfaat dari lesson study, sekolah-sekolah didorong untuk melaksanakan metode tersebut dan memberikan dukungan biaya. Hingga akhirnya metode tersebut banyak digunakan di sekolah-sekolar negara luar, termasuk Indonesia.

Di Indonesia dapat kita ketahui bahwa lesson study diterapkan melalui tiga tahapan  lesson study:

1. Tahapan Perencanaan (Plan)
Tahap ini dimulai dengan kolaborasi antarguru dalam menyusun RPP. Perencanaan diawali dengan melakukan observasi kebutuhan dan masalah yang dihadapi dalam pembelajaran, antara lain mengenai  kompetensi dasar, cara membelajarkan siswa, mensiasati kekurangan fasilitas dan sarana belajar, dan sebagainya. Cara tersebut akan membantu dalam mengetahui kondisi nyata di lapangan. Penemuan masalah tersebut dibarengi dengan pemberian solusi. Kesimpulan dari hasil analisis kebutuhan dan permasalahan akan menjadi bagian dari penyusunan RPP, sehingga perencanaan dilakukan dengan matang.

2. Tahapan Pelaksanaan (DO)
Tahap ini menjadi salah satu tahapan yang penting untuk di perhatikan. Guru hendaknya melaksanakan pembelajaran sesuai dengan RPP yang telah disusun. Perlu adanya pihak ketiga yang berperan sebagai pengamat pelaksanaan kegiatan, seperti kepala sekolah. Ia bertugas mengamati keberjalanan praktik metode lesson learning. Ia dapat mendokumentasikan kegiatan sebagai bahan belajar. Selain itu, juga bertugas mencatat periaku siswa selama pembelajaran berlangsung.

3. Tahapan Refleksi (see)
Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk diskusi oleh seluruh peserta lesson study yang dipandu oleh kepala sekolah. Diskusi dimulai dengan penyampaian kesan-kesan guru mengenai  keberjalanan pembelajaran, kemudian peserta diskusi lainnya memberikan tanggapan dengan bukti yang objektif.

Lesson study sebenarnya telah banyak dipraktikkan dalam beberapa sekolah yang ada di Indonesia. Metode tersebut berguna sebagai salah satu cara untuk terus memperbaiki kualitas sekolah menjadi lebih baik. Dengan begitu, lesson study menjadi alternatif untuk terus meningkatkan mutu pendidikan baik dari pihak sekolah maupun sumber dayanya. 

ISNA MAULIDA

Sumber referensi:
Handayani S Baiq. 2012. Jadikan Guru Inspiratif Melalui Lesson Study.Jurnal Pijar MIPA.Vol.7(1)
https://aguswuryanto.files.wordpress.com/2010/11/bab-2.pdf