Apakah Bisa Belajar Matematika Melalui Game? 

Apakah Bisa Belajar Matematika Melalui Game? 
Guru menyiapkan pembelajaran. (Doc. SG/Regina)

Numerasi menjadi momok menakutkan bagi siswa karena sering disamakan dengan mata pelajaran matematika. Begitu pun bagi guru yang harus membutuhkan effort lebih banyak saat mengajarkan rumus-rumus matematika dengan menghapal rumus, mengerjakan latihan, hingga menulis rumus tersebut. Hal ini tampaknya menjadi permasalahan utama dalam pengembangan kemampuan cakap numerasi baik dari siswa maupun guru.

Padahal, numerasi bukan hanya tentang rumus atau soal matematika saja, tetapi bagaimana caranya agar rumus tersebut bisa diterapkan secara langsung di kehidupan nyata atau sehari-hari. Contohnya, ketika siswa sedang membeli permen dengan jumlah uang yang seharusnya ada sisa, atau saat diskon besar-besaran 70% secara tidak langsung kita menghitung angka walaupun bukan dalam bentuk rumus.

Begitu pula dengan permainan atau game yang saat ini sangat banyak digemari oleh anak zaman sekarang, ditambah dengan era digital dan perkembangan teknologi, game semakin canggih dan bisa di akses dengan mudah. Selain menjadi hiburan atau refreshing otak, game ternyata bisa menjadi sebuah strategi dan media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan numerasi.

Bukan tanpa alasan karena pernyataan ini langsung dikemukakan oleh pakar pendidikan yaitu Dr. Ariyadi Wijaya, M. Sc pakar strategi pembelajaran Matematika UNY dalam webinar yang diselenggarakan oleh APKASI dan Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara bekerja sama dengan Kementerian Kominfo RI serta kabupaten Dharmasraya melalui platform SahabatGuru dengan topik “Numerasi dan teknologi digital”.

Dr. Ariyadi menekankan bahwa numerasi tidak sekadar hanya di kehidupan sehari-hari tanpa menggunakan perantara langsung saja, tetapi juga bisa adanya media salah satunya game. Manfaat yang didapatkan ketika siswa belajar numerasi dalam game yaitu tentu akan menyenangkan dan lebih mendekatkan Matematika kepada peserta didiknya.

Pekerjaan rumah atau PR tidak sekadar soal-soal latihan matematika dengan rumus-rumus yang harus dituliskan, tetapi sekarang bisa memakai aplikasi game yang secara tidak langsung membuat siswa belajar numerasi.

Misalnya seperti game sepak bola. Di sana siswa akan berperan sebagai penendang atau menjadi penjaga gawang. Jika pada biasanya siswa sebagai penendang hanya bisa diberikan satu kesempatan, namun permainan diubah menjadi apabila siswa bisa menendang satu bola, maka diberikan kesempatan kedua untuk menendang tetapi harus menyelesaikan terlebih dahulu soal Matematika. 

Permainan tersebut tentu sangatlah unik karena siswa akan termotivasi untuk ber-matematika, melatih keterampilan berhitung mereka secara tidak 'sadar', bukan hanya sebatas menggunakan power point, tetapi saat ini menggunakan aplikasi belajar yang lebih banyak dan variatif.

Selain permainan sepak bola, siswa juga bisa berkolaborasi dengan game menjadi 'pemeran utama’ dalam permainan peran. Misalnya siswa tersebut mempunyai usaha café atau usaha penjual boneka. Mereka akan diberikan sejumlah uang untuk membeli keperluan stok, bahan-bahan bisnisnya, dan apabila ada pembeli, mereka melayani dengan cara menghitung uangnya dan fitur menarik lainnya.

Tentu siswa akan lebih termotivasi karena ada tujuan nyata bagi mereka. Game bisa dijadikan sebagai home project yang diterapkan dalam pembelajaran oleh guru apalagi peserta didik akan lebih nyaman karena pembelajaran tidak formal dan tidak kaku seperti di kelas pada umumnya.