Mengesankan! Transformasi Pembelajaran Sleman Melalui Sembada Belajar

"Mari kita ciptakan generasi penerus, anak-anak muda yang cerdas terampil dan berkarakter." - Drs. Ery Wirdayana, MM., Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman.

Mengesankan! Transformasi Pembelajaran Sleman Melalui Sembada Belajar
SahabatGuru Edutalk bersama Kepala Dinas Kabupaten Sleman dan Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman.

SahabatGuru - Upaya menciptakan guru inspiratif di era digital dilakukan oleh semua pihak. Pemerintah Kabupaten Sleman bersinergi dengan SahabatGuru memberikan dukungan penuh untuk menciptakan guru inspiratif, inovatif dan kreatif. 

Dukungan nyata tersebut didapati melalui diselenggarakannya SahabatGuru Edutalk yang dapat diakses secara live streaming di youtube Sleman TV dan dipublikasikan melalui YouTube Sahabat Guru. Acara ini menyasar ratusan guru di Kabupaten Sleman yang antusias bergabung dalam Edutalk. Program ini dipandu oleh Arsi Dwiyani, M.Pd. dengan melibatkan dua narasumber penting dalam pelaksanaan pendidikan Kabupaten Sleman yakni Drs. Ery Widaryana, MM. selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman dan Dwi Warni Yuliastuti A.P., M.Pd. selaku Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman. 

SahabatGuru Edutalk, Selasa (21/12) mengangkat tema “Transformasi Pembelajaran Inspiratif Kabupaten Sleman” dengan tujuan agar guru di Kabupaten Sleman memiliki kualifikasi untuk memberikan pembelajaran yang inspiratif di era digital.

Kepala Dinas Pendidikan menyampaikan langkah menciptakan pembelajaran inspiratif di kala pandemi yaitu dengan membuat program Sembada Belajar. Program ini bekerjasama pula dengan guru-guru bertalenta untuk membuat sistem pembelajaran yang dikemas dalam bentuk video dengan berbagai tema. Video dapat diakses melalui Youtube Sembada Belajar maupun website Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman. Ery menekankan bahwa jika hasil pembelajaran melalui Sembada Belajar tersebut dirasa masih kurang jelas oleh peserta didik, tahap selanjutnya akan diadakan pertemuan daring antara peserta didik dan guru untuk memperjelas materi yang belum dipahami. 

"Prospek Sembada Belajar ini ke depan akan terus dikembangkan menjadi Sembada Cerdas. Jika selama ini pembelajaran hanya satu arah dengan video, melalui Sembada Cerdas akan dikembangkan agar peserta didik dapat berinteraksi dan memainkan peranan untuk mengerjakan tugas hingga berdiskusi dengan peserta didik lain. Sehingga pembelajaran tidak satu arah hanya mendengarkan guru saja," jelas Ery.     

Ery Widaryana dan Dwi Warni Yuliastuti sepakat bahwa pembelajaran berbasis digital ini ke depan harus tetap berjalan meskipun pembelajaran sudah dilakukan secara tatap muka, namun berdasarkan hasil survei yang dilakukan SahabatGuru, 67,2% guru menyatakan setuju, 14,8% ragu-ragu, dan 18% tidak mau apabila pembelajaran menggunakan platform ini tetap dilaksanakan saat pembelajaran tatap muka.

Kadis Pendidikan Ery Widaryana menyampaikan bahwa seharusnya guru yang tidak setuju penggunaan teknologi dalam pembelajaran merasa beruntung. Kadisdik menekankan, dengan adanya penggunaan teknologi, guru-guru sangat diuntungkan karena guru-guru dapat mencari materi pembelajaran dan mencari aplikasi apa saja dengan mudah karena telah tersedia di internet. Walaupun terlihat sangat sulit untuk menguasai teknologi di era digital, sudah sepatutnya ini dijadikan tantangan untuk menambah pengalaman dalam menggunakan perangkat teknologi. Selain itu penggunaan internet tentunya akan berdampak positif pada kita sebagai seorang guru, siswa, ataupun perangkat pendidikan di Sleman. Sehingga tidak ada lagi guru-guru yang merasa tertinggal di era serba digital ini.

Dwi Warni Yuliastuti selaku Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman pun menyetujui apa yang disampaikan oleh Ery Widaryana. Menurut beliau, terkait guru-guru yang masih ragu atau tidak setuju, perlu diubah mindsetnya. Karena dengan merubah mindset ini berarti sudah berani menerima perubahan yang ada dan menerima tantangan yang ada di depan mata. Karena ke depan, akan ada banyak hal yang dapat menguntungkan dalam pembelajaran. Maka dari itu, mari kita lebih terbuka dan menerima perubahan agar terus berkembang dalam dunia yang serba digital, untuk Indonesia yang lebih maju.  

Aulia Arifka & Nadia Shafira