Para Pejabat Daerah Dukung Guru-Guru Sidenreng Rappang Cakap Digital

Para Pejabat Daerah Dukung Guru-Guru Sidenreng Rappang Cakap Digital
Webinar Pendidikan Sidenreng Rappang (sahabatguru)

SahabatGuru telah mengadakan Webinar Pendidikan Kabupaten Sidenreng Rappang yang diadakan secara daring melalui Zoom dan YouTube pada Selasa (25/10). Menteri Kominfo RI Johnny G. Plate., Bupati Belitung Timur serta Dewan Pengurus APKASI Drs. Burhanuddin, Bupati Sidenreng Rappang Ir. H. Dollah Mando, Kepala Dinas Pendidikan Sidenreng Rappang Dr. Muh. Rohadi Ramadhan, S.IP. M.Si., Staf APKASI Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Himmatul Hasanah, M.P.

Narasumber dari praktisi pendidikan seperti Dosen Komunikasi Universitas Multimedia Nusantara serta Anggota Japelidi Dr. Rismi Julladi, S.T. M.SI. dan Dosen Pengembangan Media Pembelajaran Pendidikan Kimia UII Yoga Dwi Prasetyo, M.Pd., M.Sc. siap membersamai guru-guru Sidenreng Rappang untuk belajar bersama mengenai “Tantangan Meningkatkan Scientific Skill Peserta Didik Melalui Platform Digital”.

Melalui sambutannya, Himmatul Hasanah, M.P. selaku Staf APKASI Bidang Pendidikan dan Kebudayaan menyampaikan jika kualitas pendidikan di Indonesia masih jauh dari negara lain.

“Berdasarkan data dan sosialisasi yang kami lakukan pada lebih dari 205 kabupaten serta audiensi bersama dengan pemerintah pusat, ada beberapa problematika yang dialami Indonesia. Pertama, kekurangan guru. Pada tahun 2017 APKASI memiliki inisiasi untuk menyelenggarakan sebuah forum untuk diskusi perihal pendidikan. APKASI memiliki concern memperjuangkan guru-guru di daerah. Hasilnya, ada 17 rekomendasi, yang salah satunya memohon formasi PNS untuk guru daerah agar diberikan pada pemerintah. Lalu, pada tahun 2019 pemerintah merealisasikan hal tersebut. APKASI berharap agar penganggaran gaji guru ini tidak dibebankan pada daerah, tetapi pada pemerintah pusat,” jelas Himma.

Nasib para guru memang harus terus diperjuangkan. Himmatul menjelaskan jika dirinya sering mendapatkan titipan pesan dari teman-teman guru. Mereka sangat menaruh harap agar guru-guru yang berusia senja diberikan status yang mensejahterakan, paling tidak guru P3K.

“Berbicara masalah kedua adalah kualitas guru. Guru-guru sangat perlu mengikuti berbagai program-program peningkatan mutu pendidikan. Inilah satu problem yang ditangani oleh APKASI dengan serius. Kami ingin menyiapkan sebuah training yang mampu membuat guru jadi lebih inovatif dan kreatif,” ucap Himma.  

Drs. Burhanuddin selaku Bupati Belitung Timur menyatakan bahwa APKASI siap membantu pemerintah dalam menghadapi permasalahan pokok saat ini, yaitu pembangunan SDM yang belum merata. Hal ini karena kualitas SDM dipandang sangat fundamental untuk menjaga masa depan bangsa dan fondasi kuat di tengah sengitnya persaingan regional dan global.

“Tentunya, tantangan di ruang digital saat ini semakin besar dan telah menyentuh semua bidang kehidupan, baik bidang politik, pemerintah, ekonomi, sosbud, pendidikan. Menyikapi tantangan tersebut, literasi digital menuju masyarakat yang cakap digital menjadi hal yang wajib dilakukan. Literasi digital tidak hanya menuntut penguasaan teknologi, tetapi juga mampu bermedia digital dengan tangguh jawab. Hal ini menjadi tantangan bagi pemerintah untuk memberikan literasi kepada masyarakat serta menyiapkan human resource digital demi tercipta masyarakat yang cakap berdigital,” papar Burhanuddin.

Rohadi juga mengucapkan terima kasih pada APKASI-Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara (YPAN) yang telah mengadakan webinar kali ini demi mencetak guru cakap bermedia digital, cakap numerasi, dan berkarakter menghadapi tantangan global.

Webinar pendidikan kali ini tak akan terlaksana tanpa kerja sana APKASI dengan YPAN melalui platform SahabatGuru. Webinar inspiratif ini menyediakan voucher e-wallet dengan total satu juta rupiah untuk guru-guru Sidenreng Rappang yang berpatisipasi aktif dalam kegiatan webinar. Harapannya, ini menjadi langkah kecil untuk membangkitkan semangat guru-guru mengikuti acara dan mengamalkan materi yang disampaikan narasumber.