Pengelolaan APBD Harus Lebih Efektif dan Efisien

SahabatGuru - Pengelolaan Anggaran Pembangunan Belanja Daerah (APBD) harus lebih efektif dan efisien. Selain itu pemerintah kabupaten atau daerah diharapkan melakukan percepatan realisasi APBD. Dengan demikian pertumbuhan di kuartal pertama sudah positif.

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Keuangan Daerah Kemendagri Mochammad Ardian Noervianto saat membuka Bimtek Keuangan Daerah Kabupaten Cianjur, Selasa (2/3/2021). Bimtek tersebut dilaksanakan Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara (YPAN) sebagai bentuk kerjasama dengan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi). Kegiatan digelar mulai Selasa sampai Kamis (4/3/2021).

"Kamu menyambut baik adanya Bimtek di Kabupaten Cianjur yang digelar Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara. Kami mendukung sepenuhnya kegiatan ini karena bisa meningkatkan SDM dan pertumbuhan ekonomi daerah," kata Ardian.

Pemda dan pusat harus bisa bersinergi mendorong pertumbuhan ekonomi pusat maupun daerah

"Dengan adanya Bimtek, ada harapan pengelolaan APBD menjadi lebih efektif dan efisien. Kami juga berada ada percepatan realisasi APBD sehingga pada kuartal pertama sudah ada pertumbuhan secara positif. Bila ada pertumbuhan di kuartal awal, kita bisa lebih cepat keluar dari krisis karena Covid-19," ujar dia lagi.

Menurut Ardian pemerintah berupaya memberikan yang terbaik dalam pelayanan masyarakat. Dikeluarkannya Permendagri No 77 Tahun 2020, pemerintah daerah tidak lagi terjebak dengan bingkai realisasi APBD. Selain itu format pertanggungjawaban lebih simpel atau sederhana karena birokrat tak lagi dihadapkan pada SPJ tetapi bagaimana pengelolaan keuangan itu sendiri.

"Kami berupaya memberikan yang terbaik. Namun Pemda juga jangan sampai terjebak bingkai realisasi. Sebelumnya, semakin baik realisasi akan semakin baik. Ke depan keuangan daerah seharusnya bisa berdampak positf dan optimal dalam pelayanan publik. Ada rumah sakit yang terbangun, jalan yang terbangun. Jadi ada dampak yang bisa dirasakan," tuturnya.

"Pemda dan pusat harus bisa bersinergi mendorong pertumbuhan ekonomi pusat maupun daerah. Kami berharap Pemda bisa mendorong penyerapan. Jadi kita kejar penyerapan pada Agustu dan menanjak di pengujung tahun," kata dia melanjutkan.

Bimtek Keuangan Daerah Kabupaten Cianjur diikuti 64 peserta. Para peserta merupakan pengelola keuangan seluruh OPD dan kecamatan di Kabupaten Cianjur.

"Saya berharap Bimtek ini bisa bermanfaat bagi kita semua," ucap Ardian mengakhiri.*