Praktik Lapangan: Upaya Meningkatkan Kompetensi Pedagogik Bagi Mahasiswa Calon Guru

Mengajar adalah seni hidup yang bermanfaat. Dan pedagogi adalah ilmu atau seni dalam menjadi seorang guru. Praktik Pengalaman Lapangan sangat penting terhadap kompetensi pedagogik calon guru. Meliputi kegiatan mendidik, membimbing siswa, pemahaman terhadap peserta didik, kemampuan perancangan juga pelaksanaan pembelajaran hingga evaluasi hasil belajar, serta pengembangan peserta didik untuk bisa mengembangkan potensinya.

Praktik Lapangan: Upaya Meningkatkan Kompetensi Pedagogik Bagi Mahasiswa Calon Guru
Praktik Pengalaman Lapangan mempengaruhi Kompetensi Pedagogik [pixabay-950518]

PERATURAN Pemerintah (PP) Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan mencantumkan syarat utama bagi guru untuk dapat mengajar adalah memenuhi empat dasar kompetensi guru. Salah satunya adalah kompetensi pedagogik. Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan yang harus dimiliki oleh guru terkait praktik di dalam pembelajaran. Ruang lingkupnya meliputi kegiatan mendidik, membimbing siswa, pemahaman terhadap peserta didik, kemampuan perancangan juga pelaksanaan pembelajaran hingga evaluasi hasil belajar, serta pengembangan peserta didik untuk bisa mengembangkan potensinya.

Kompetensi tersebut tidak bisa diperoleh secara tiba-tiba oleh calon guru, tetapi melalui upaya belajar secara terus menerus dan sistematis yang didukung oleh bakat, minat dan potensi keguruan. Salah satu upaya untuk berlatih yaitu program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) yang biasanya dilaksanakan untuk mahasiswa studi pendidikan dan diambil sebagai mata kuliah wajib.

PPL merupakan ajang pelatihan untuk menerapkan berbagai pengetahuan yang diperoleh di perkuliahan dalam rangka pembentukan guru yang profesional. terencana, terprogram, dan terbimbing melalui kegiatan magang di sekolah bagi mahasiswa program studi pendidikan. Program ini bisa memberikan pengalaman bagi mahasiswa tentang tugas-tugas pendidik di lapangan baik yang bersifat administratif, edukatif maupun bimbingan di lapangan.

Sejalan dengan tujuan ketercapainya kompetensi pedagogik yang mengharuskan mahasiswa belajar untuk mengelola pembelajaran dari awal seperti kegiatan pembuka yang menyenangkan dan tidak monoton, lalu kegiatan inti meliputi materi yang telah disiapkan oleh mahasiswa dengan bantuan dosen juga kegiatan yang bisa menstimulus peserta didik untuk lebih memahami materinya baik itu dalam sesi tanya jawab menggunakan permainan ataupun menggunakan teknologi seperti aplikasi.

Selanjunya pengelolaan dari kegiatan ice breaking di sela-sela pembelajaran setelah pengenalan materi. Hal ini dilakukan agar peserta didik tidak jenuh atau bosan. Mahasiswa bisa membuat permainan sederhana seperti kuis tebak gambar dan kata yang sederhana tetapi masih dalam lingkup materi. Dan terakhir adalah kegiatan penutup, di mana mahasiswa tidak hanya sekadar memberikan salam perpisahan namun juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk menympulkan juga bisa dengan cara memberikan kuis ataupun post test.

Penilaian serta evaluasi peserta didik adalah hal yang dilakukan oleh guru, namun mahasiswa perlu tahu dan membantu kegiatan tersebut agar bisa beradaptasi dengan cepat dan memiliki bekal mengenai hal tersebut. Sementara bahan atau alat pendukung juga harus diperhatikan, seperti media pembelajaran yang dipakai harus menarik, baik itu menggunakan video, e-modul, dan pemanfaatan teknologi lainnya, juga kesiapan dari mahasiswa sendiri sebelum mengajar tidak kalah penting agar saat mengajar bisa lebih terarah.

Tidak hanya melatih dalam hal praktik, namun juga aspek administrasi seperti pembuatan RPP atau perancangan pembelajaran bisa dilatih dalam program praktik pengalaman lapangan ini karena mahasiswa akan tahu keadaan real di sekolah seperi apa dan bagaimana cara mengembangkannya agar mahasiswa dapat meningkatkan kompetensi pedagogiknya sebelum menjadi guru yang sebenarnya.

Menurut penelitian Dewi, Sri Harti (2017) pengaruh PPL terhadap kompetensi pedagogik calon guru memberikan pengaruh sebesar 9,4%. Hal tersebut memperlihatkan bahwa program praktik pengalaman lapangan juga menjadi faktor dalam persiapan kualitas calon guru karena dapat mempengaruhi pengalamannya.

REGINA MAHESWARI SANIPUTRI

 

REFERENSI: 

Imron, A., & Putri, L. I. (2018). Kompetensi Pedagogik Peserta Praktik Pengalaman Lapangan, MAGISTRA, 9(1), 64–87.

Mardiah, & Yulhendri. (2020). Pengaruh IPK, Micro Teaching, dan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) terhadap Kompetensi Pedagogik Mahasiswa Calon Guru Jurusan Pendidikan Ekonomi FE UNP, Jurusan Pendidikan Ekonomi, 3(1), 165–175.

Mardiyono, S. (2006). Praktik pengalaman lapangan terpadu dalam peningkatan kualitas calon guru, Cakrawala Pendidikan, XXV(1), 57–72.