6 Cara Ampuh, Lejitkan Growth Mindset Guru

6 Cara Ampuh, Lejitkan Growth Mindset Guru
Ilustrasi Growth Mindset [freepik.com]

SahabatGuru - Di masa pandemi, para guru dituntut untuk mampu beradaptasi dan menyesuaikan kegiatan pembelajaran dengan kondisi saat ini, di mana kegiatan pembelajaran jarak jauh sangat bergantung dengan teknologi. Namun sayangnya, masih terdapat guru yang belum mampu menggunakan teknologi secara lancar sehingga menjadi salah satu tantangan yang perlu dihadapi dalam mengajar di masa pandemi. 

Langkah utama yang dapat dilakukan para guru dalam menghadapi tantangan dalam kegiatan belajar mengajar daring di masa pandemi adalah dengan mengubah pola pikir, yaitu growth mindset. Growth Mindset pertama kali disebutkan oleh Psikolog Dr. Carol Dweck dari Standford University, dalam hasil penelitiannya ditemukan bahwa untuk lebih menguji proses yang dijalani dibandingkan dengan bakat atau kemampuan alaminya. Proses ini meliputi upaya, strategi, ketahanan, dan ketekunan yang telah dihadapi oleh individu.

Harus diakui bahwa growth mindset di masa pandemi ini sangat diperlukan oleh para guru, di mana para guru masih perlu melakukan penyesuaian dan beradaptasi dengan metode pembelajaran daring, namun di sisi lain tetap harus kreatif, inovatif, dan efektif. Banyak guru yang masih bingung harus memulai dari mana dalam menumbuhkan growth mindset di pikirannya, Isniati dan Priyono (2021) mengungkapkan bahwa terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan dalam mengembangkan growth mindset, langkah tersebut dapat dimulai dari:

1. Memahami bahwa Otak Dibangun Untuk Tumbuh dan Belajar

Munculkan minat dan keyakinan untuk terus belajar dengan menantang diri sendiri untuk mencoba hal baru, dengan ini dapat membentuk serta memperkuat koneksi syaraf untuk ‘memasang kembali’ otak pada gilirannya dimana hal ini dapat membuat guru menjadi lebih cerdas.

2. Mencoba Mengubah Pikiran

Tidak mudah menyerah dan merasa pesimis. Mencoba untuk munculkan pikiran postif dan merasa yakin dengan diri sendiri bahwa mampu untuk terus belajar dan berhasil menguasai hal yang dipelajari.

3. Menghargai Proses dan Upaya yang Dilakukan Siswa

Hasil memang penting, namun coba untuk menghargai proses dan usaha yang telah dilakukan oleh siswa.

4. Mencari Umpan Balik Mengenai Pekerjaan

Umpan balik berfungsi untuk menjadi evaluasi pada diri sendiri dan mengetahui sejuah apa progress yang telah dilakukan. Selain itu, jika ada umpan balik yang bagus dapat meningkatkan motivasi untuk terus berkembang dan menjadi lebih baik.

5. Berani untuk Meninggalkan Zona Nyaman

Memilih dan memutuskan suatu pilihan yang di luar dari zona nyaman dapat membantu untuk menumbuhkan pola pikir yang berkembang.

6. Menerima Kegagalan sebagai Sebuah Proses

Kebingungan, kemunduran, dan kegagalan merupakan bagian dari proses pembelajaran. Kegagalan tidak dijadikan acuan untuk menyerah, namun sebagai kesempatan belajar yang positif. Menikmati proses sehingga mampu untuk menghargai setiap pembelajaran yang ditemui dan dihadapi.

Nah, beberapa langkah tersebut semoga bisa diterapkan ya Bapak dan Ibu guru semua. Meskipun sering merasa lelah dalam menyesuaikan, tapi percaya dan yakin bahwa perubahan dan penyesuaian yang telah dilakukan tidak sia-sia dan akan membuka lebih banyak peluang di masa yang akan datang.

Selamat bertumbuh sahabat guru!