Alkemi: Pengetahuan Bagi Guru Yang Bisa Diterapkan Dalam Online Learning

Pengetahuan Alkemi bisa membentuk keluhuran dan kecerdasan budi pekerti pada peserta didik di tengah pembelajaran online yang menjadi sebuah pemikiran negatif.

Alkemi: Pengetahuan Bagi Guru Yang Bisa Diterapkan Dalam Online Learning
Prof Suyanto saat menjelaskan tentang Pengetahuan Alkemi [regina-sg]

PANDANGAN terhadap pembelajaran jarak jauh memang rata-rata membuat sebagian stakeholder menghela napas panjang. Masih banyak yang menuturkan sisi negatif dari hal tesebut.  Contohnya saja penerapan teknologi yang menjadi kendala bagi guru-guru yang bukan milenial, yang masih asing dengan digitalisasi, atau siswa yang tidak ingin menggunakan berbagai macam teknologi yang tersedia untuk pembelajaran. Termasuk orang tua yang menyalahkan adanya teknologi canggih sebagai bentuk sebuah hambatan.

Lantas jika seperti itu, bukankah seharusnya teknologi menjadi sebuah terobosan baru sesuai dengan kondisi saat ini?

Jika saat tatap muka memang video conference tidak terlalu diagung-agungkan, tetapi berbeda ketika pembelajaran online, hal tersebut menjadi media yang sangat penting untuk diterapkan bagi siswa. Juga, metode-metode lainnya yang memang harus bisa diterima oleh semua stakeholder, khususnya pendidik.

Permasalahan tersebut dibahas dalam webinar  SahabatGuru bersama Pemerintah Kabupaten Klaten, hari ini, tepatnya Kamis (26/8). Dengan  topik “Teknologi Pendidikan Era Digital: Migrasi Generasi Klasikal Menuju Peradaban Millennium”, webinar membahas lebih lanjut mengenai penerapan teknologi, khususnya dalam pembelajaran online.

Growth mindset dalam menerapkan teknologi di pembelajaran menjadi hal penting bagi guru tanpa memandang status sosial, ekonomi, bahkan usia.

Permasalahan tersebut diangkat oleh salah satu pakar pendidikan yang menjadi pembicara yaitu Prof. Dr. M. Suyanto, MM. yang juga menjadi Rektor Universitas Amikom Yogyakarta mengenai “Pergeseran Paradigma pembelajaran dari pola tatap muka menjadi blended learning hingga fully online.”

Jika memang teknologi tidak bisa sepenuhnya diterapkan, bukankah setengahnya masih bisa dilaksanakan? Karena sejatinya, teknologi masih bisa diseimbangkan dengan banyak pengetahuan lainnya, salah satunya adalah Alkemi.

Suyanto menyampaikan bahwa dalam pengetahuan yang utuh tidak sebatas hanya dimensi intelektual saja, melainkan juga ada dimensi jiwa yang berhubungan dengan psikologi serta dimensi paling penting, menurut inayat Khan yaitu dimensi sentimental yang berhubungan dengan ruh, spiritual, ataupun keilhaman. "Ketiga hal tersebut bisa menjadi sebuah pengetahuan yang utuh dan disebut dengan Alkemi," jelas Suyanto. 

Ia memperjelas terkait pentingnya dimensi sentimental dan alkemi karena orang Barat tertinggal 2000 tahun daripada orang Timur dari segi dimensi sentimental atau bahasa moral dan spiritual. Maka dari itu, mau tidak mau, guru saat ini harus menggenjot dirinya agar bisa mengaplikasikan Alkemi pada peserta didik hingga bisa mengubah sudut pandang bahwa dalam pembelajaran online pun Alkemi masih bisa diterapkan.

Lantas, apa saja rahasia dari pengetahuan Alkemi tersebut?

Suyanto memulqi yang bercerita tentang seorang raja yang ternyata menyamar menjadi pelayan untuk sang ahli Alkemi agar bisa mendapatkan pengetahuan itu  Ada empat hal yang menjadi syarat khusus:

  1. Guru harus menggunakan hati serta perasaannya ketika berhubungan dengan peserta didik.
  2. Jika sedang berkomunikasi dengan siswa, gunakan empati, contohnya selalu berusaha bahwa guru akan menjadi keluarga kedua bagi siswanya.
  3. Guru harus bisa “melayani” peserta didik, maksudnya, luangkan waktu untuk sekadar bertanya, membalas pesan secara cepat, memperhatikan detail-detail kecil seorang siswa dengan juga melihat batas wajar.
  4. Yang terakhir, guru harus bekerja keras untuk bisa memotivasi siswa namun dengan hati yang ikhlas dan lapang dada.

Pengetahuan ini bisa membentuk keluhuran dan kecerdasan budi pekerti. Contohnya saja, dalam pembelajaran online, guru bisa menerapkan ini dengan video-video pembuka yang menyentuh, motivasi siswa, sekadar bertanya tentang keseharian, membalas pesan, memuji siswa, dan juga memperlakukan murid layaknya anak kandung sendiri.

Mengapa hal tersebut perlu dilakukan dalam pengetahuan Alkemi? Karena semakin guru menaruh hati pada sebuah pembelajaran, semakin berhasil juga dalam sebuah pendidikan.

Jika Anda belum sempat untuk bergabung dalam webinar kali ini, bisa dilihat di kanal youtube milik Sahabat Guru, ya!

Sampai jumpa di webinar selanjutnya bersama sahabat guru dan kota-kota lainnya!

REGINA MAHESWARI SANIPUTRI