Transformasi Pembelajaran Klasikal

Transformasi Pembelajaran Klasikal
Pemaparan materi webinar oleh Dona Octanary, M.Pd [sahabatguru]

PANDEMI Covid-19 memaksa kita melakukan perubahan dalam segala aspek kehidupan, pendidikan salah satunya. Proses pembelajaran yang pada mulanya dilakukan secara langsung kini harus bertransformasi menjadi pembelajaran digital. Kaget, belum siap, atau mungkin belum mampu beradaptasi dengan perubahan yang ada. Namun bukankah itu yang harus Anda lakukan? Transformasi pembelajaran klasik menuju pembelajaran digital yang sesuai dengan peradaban milenium.

SahabatGuru bersama dengan Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara, Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Pemerintah Kabupaten Klaten menggelar webinar pendidikan bagi para guru di seluruh penjuru negeri.

Webinar pada Kamis (26/8) ini mengusung sub tema "Teknologi Pendidikan Era Digital: Migrasi Generasi Klasikal Menuju Peradaban Milenium". Webinar ini diadakan untuk menjawab segala keresahan yang mungkin sampai detik ini dialami oleh para guru selama melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) .

Webinar kali ini menghadirkan seorang praktisi pendidikan, Dona Octarany, M.Pd., selaku Research and Development SEAMEO SEAMOLEC. Pada kesempatan ini Dona menyampaikan materi yang terangkum dalam sebuah topik “Migrasi Pembelajaran Klasikal Menuju Peradaban Milenium”.

Berbeda dengan webinar pada umumnya, Dona meminta para peserta webinar untuk sedikit meninggalkan cerita seru dan inovasi yang telah dilakukan para peserta webinar selama PJJ. Ia mengemasnya dengan sangat unik. Para peserta diminta untuk mengisi sebuah form online yang telah ia sediakan untuk membagikan kisah serunya tersebut.

Setalah menyapa para peserta dengan hal yang tidak biasa itu, Dona menyampaikan materi yang petama terkait proses pembelajaran yang biasa dilakukan oleh para guru. Menurut Dona ketika ingin mengubah pembelajaran klasikal menuju pembelajaran milenium tentunya harus paham betul dengan konsekuensi yang harus dipenuhi. “Ketika kita bicara tentang e-learning, ada beberapa permasalahan-permasalahan yang akan ditemui. Kurang lebih ada 5 komponen yang harus dipenuhi, yakni ada hardwarenya, ada infrastrukturnya enggak, kemudian kita siapin bahan ajarnya, LMSnya juga harus disiapkan, nah ketika semua ini sudah disiapkan kita kembali lagi pada strategi pembelajarannya,” papar Dona.

“Bapak Ibu juga bisa memasukkan gamifikasi dalam pembelajaran secara daring. Gamifikasi ini cocok juga untuk pembelajaran e-learning. Atau Bapak Ibu juga bisa masuk ke model pembelajaran collaborative inquiry learning. Ataupun yang paling banyak ini, ini teori dari Pak Uwes, ini modelnya Pelajari, Dalami, Terapkan, Evaluasi,” tambahnya.

Setelah menyampaikan berbagai strategi yang bisa digunakan dalam e-learning, Dona juga memaparkan bentuk-bentuk transformasi pembelajaran.

“Pembelajaran di masa yang akan datang tidak akan lagi sama ya, pasti akan ada transformasi di lingkungan belajar Anda. Akan ada transformasi belajar, dan tentunya  akan ada transformasi mengajar di sini. Nah itu akan menjadi challenge bagi Bapak Ibu, dan tentu Bapak Ibu harus menyiapkan itu semua,"  tutur Dona.

Di akhir materi Dona membacakan berbagai pengalaman unik yang telah diceritakan oleh para guru melalui form yang ia siapkan di awal materi. Begitu banyak inovasi serta kisah-kisah seru yang dibagikan oleh para peserta webinar.

Keseruan ini bisa kembali Anda saksikan melalui kanal youtube SahabatGuru degan tajuk “WEBINAR PENDIDIKAN: Kabupaten Klaten”. Terus nantikan webinar-webinar pendidikan yang disediakan SahabatGuru.

Dan jadilah guru yang terus berinovasi untuk memajukan Pendidikan Indonesia. 

Salam Sukses untuk para guru di seluruh penjuru negeri…

INTAN ZUHROTUN