Kominfo Dukung Penuh Literasi Digital Guru

Kominfo Dukung Penuh Literasi Digital Guru
Menkominfo Johnny G Plate berikan paparan dalam webinar pendidikan Kabupaten Pakpak Bharat [fairuz-sg]

SahabatGuru – Perkembangan teknologi yang setiap hari semakin canggih, membuat pengajar harus bisa dan mampu untuk menguasai serta bertanggung jawab dalam  menggunakan media digital.

Melalui webinar pendidikan sesi ke enam yang bertema “Mewujudkan Guru Cakap Bermedia Digital, Cakap Numerasi, Dan Berkarakter Dalam Menghadapi Tantangan Global” dan mengambil topik “Solusi Menghadapi  Culture Shock Akibat Tuntutan Blended Dan Fuly Online Learning Menuju Era Digital Culture”, Kamis (02/9), SahabatGuru kembali mengadakan kegiatan peningkatan kualitas dan kompetensi guru. Webinar ini dihadiri lebih dari 2000 peserta guru yang ingin lebih maju untuk mengembangkan diri agar lebih cakap bermedia digital, cakap numerasi, dan berkarakter.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny Gerard Plate menyambut antusias webinar yang diinisiasi Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) bersama Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat dan Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara. Kolaborasi ini sejalan dengan program literasi nasional untuk guru dan tenaga pengajar. Secara khusus platform SahabatGuru training menyediakab pelatihan dalam kelas-kelas online untuk semua guru di seluruh Indonesia. 

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny Gerard Plate menyampaikan pandangan tersebut dalam Webinar Pendidikan untuk guru-guru Kabupaten Pakpak Bharat (02/9), yang diadakan oleh SahabatGuru.

"Dalam era digital yang dinamis ini, guru diharapkan menerapkan multichannel learning. Yang memperlakukan siswa sebagai pembelajar dinamis, yang dapat belajar dimana saja, kapan saja, dari siapa saja, dan dari berbagai sumber di mana saja," kata Johnny. 

Guru hendaknya bertindak sebagai fasilitator yang menunjukan kompetensi yang harus dimiliki oleh siswa dan membuka kesempatan pada siswa untuk dpat belajar dari berbagai sumber pembelajaran digital di dunia global.

"Fokus transformasi di era digital bukan terbatas pada efektivitas penggunaan teknologi dalam pendidikan, tetapi terutama mentransformasikan mental manusia yang selalu siap belajar. Orientasi baru ini akan memberikan pengaruh positif terhadap kemajuan kreativitas dan daya imajinasi pelajar maupun pendidik," lanjut Johnny.

Selain itu, berpikir kritis dan analitis pelajar diharapkan dapat ditingkatkan. Seperti, dengan mengasah kemampuan mereka untuk menemukan dan mengindentifikasi berbagai hal secara tepat di dunia maya atau digital.

Paradigma dalam pendidikan saat ini telah beralih dari paradigma mengajar menjadi menuju paradigma belajar. Hal ini berarti bahwa pendidikan bukan lagi mengenai bagaimana menyampaikan pengetahuan dan informasi kepada pelajar, melainkan bagaimana membantu para perlajar untuk mencari dan menemukan search and discovery informasi sendiri dan kemudian mengkonstruksi dan menciptakan construction invention pengetahuan yang bermanfaat bagi kehidupan.

"Paradigma ini sejalan dengan program merdeka belajar. Di mana pengajar diharapkan dapat menyiapkan lulusan yang berdaya saing di era distrubsi, berkempampuan menyelsaikan masalah kompleks, dan berpikir kritis analitis," papar Johnny.

Kementerian Komunikasi dan Informatika dan pemerintah mendukung penuh kegiatan pelatihan pengajar untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi agar mampu bersaing di era digital serta berguna untuk bangsa dan negara.

Demikian sambutan Menkominfo Johnny G Plate. 

FAIRUZ ZAHIRA