Guru-Guru Kota Lubuk Linggau BISA!

Guru-Guru Kota Lubuk Linggau BISA!
Webinar Pendidikan

SahabatGuru - Pembelajaran secara langsung saja membuat siswa terkadang merasa jenuh, membosankan, apalagi di masa pembelajaran daring ini yang jika tidak diperhatikan secara lebih khusus oleh guru akan menyebabkan lost learning pada siswa.

Maka, Lubuk Linggau menjadi salah satu kota yang berkolaborasi dengan SahabatGuru dan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk melaksanakan webinar dengan tujuan untuk mewujudkan kecakapan numerisasi, digital, serta karakter. Webinar berlangsung Selasa kemarin (24/8), diikuti sekitar 2000-an guru dan tenaga pengajar Kota Lubuk Linggau serta 1000 peserta yang menonton di kanal Youtube Sahabat Guru untuk menyelami lebih dalam terkait media digital untuk pembelajaran daring atau online

Asisten III Kota Lubuk Linggau Drs. H. Tamri, S.Pd., M.M, dalam sambutannya berharap guru-guru Lubuk Linggau bisa memiliki keterampilan dalam menggunakan media digital untuk pendidikan. Guru juga harus memiliki pola pikir yang berkembang, khususnya dengan media digital yang akan diterapkan selama pembelajaran.

Tamri berharap guru-guru Kota Lubuk Linggau dapat menjadikan belajar dengan cara-cara yang menarik, inovatif dan kontennya bisa bersaing dengan video-video di luar pembelajaran. Hal tersebut bisa menjadi sebuah tantangan bukan hanya hambatan bagi para pendidik untuk terus mengoptimalkan media-media dalam pebelajaran daring.

Paparan itu disampaikan Tamri pada sesi yang mengangkat tema “Penguasaan media digital learning dalam menunjang pembelajaran daring yang menyenangkan.”

Webinar ini dihadiri oleh Menteri Kominfo RI Johnny Gerard Plate dan juga dua pakar pendidikan, yaitu Dr. Aryadi Wijaya, M.Sc dan Eko Yulianto, S.Pd.Si, M.Pd. 

Saat sesi tanya jawab, guru-guru dengan antusias memberikan banyak pertanyaan. Salah satunya ditujukan untuk Dr. Aryadi Wijaya, M.Sc terkait banyaknya guru yang mengikuti pelatihan namun masih belum siap karena ilmu-ilmunya belum bisa sepenuhnya diimplementasikan dalam pembelajaran nyata.

Dr. Aryadi menjawab, semua itu berawal dari faktor utama yaitu pikiran negatif yang terus memenuhi langkah guru-guru. Padahal, hal tersebut bisa dihapus dengan satu modal yaitu kemauan untuk berkembang, belajar, dan memiliki growth mindset. Jangan ada keraguan untuk bisa bertumbuh.

Lantas, bagaimana jika di tengah perjalanan terhambat oleh sebuah hal yang belum guru tersebut pelajari? Jawabannya adalah improvisasi dan adaptasi yang cepat agar pendidik tidak hanya stuck di satu cara saja namun juga bisa mengembangkannya.

Setelah sekitar 3 jam dilaksanakan webinar ini dengan antusiasme guru-guru yang besar, diharapkan bisa mencapai harapan-harapan agar pendidik lebih baik lagi.

Mari wujudkan Kota Lubuk Linggau yang BISA; Brain atau pemikiran yang maju untuk guru-guru di sekitar dengan menerapkan Inovasi yang baru melalui guru-guru yang bisa menyesuaikan Speed atau kecepatan dalam beradaptasi dan Accountability di pembelajaran daring.

Ayo siapkan bangsa dengan diawali oleh guru agar bisa melek teknologi melalui media digital untuk peserta didik. Juga tebarkan inspirasi untuk mewujudkan generasi emas dengan SahabatGuru di kota-kota selanjutnya!

REGINA MAHESWARI SANIPUTRI