Inilah Penyebab Anak Mudah Marah

Seperti orang dewasa, anak-anak juga bisa marah. Ada banyak penyebabnya yang harus diketahui oleh orang tua. Tips yang paling manjur: jangan marah jika anak Anda marah.

Inilah Penyebab Anak Mudah Marah
Ilustrasi anak marah [rumahyatimindonesia]

RASA marah tidak hanya dimiliki oleh orang dewasa. Tak jarang seorang anak kecil juga meluapkan emosinya dengan rasa marah. Bahkan sebagian dari mereka bisa saja menjerit dan  mengamuk dalam kondisi tertentu. Sebagai orang dewasa, tentunya kita harus tahu mengapa anak tersebut bisa marah. Dengan mengetahui alasan mereka marah, harapannya dapat meredam amarah tersebut. Ini dia alasan-alsan yang bisa menyebabkan anak marah.

1. Tidak Dapat Melakukan Sesuatu

Sama seperti orang dewasa, ketika seorang anak tidak dapat melakukan sesatu sesuai dengan harapannya, maka tak jarang mereka akan marah. Amarah itu ia tujukan pada dirinya sendiri. Ia merasa tidak mampu mencapai apa yang diinginkan. Kemampuan yang dimiliki tidak sebanding dengan keinginan dalam dirinya. Sehingga rasa marah itu pun muncul.

2. Suasana Hati yang Terganggu

Wajar jika seorang anak selalu berubah-ubah suasana hatinya. Bagaimana tidak? Anak-anak belum punya kemampuan sempurna dalam mengontrol emosi. Ketika seorang anak merasa cemas, gelisah atau takut terhadap sesuatu biasanya akan mudah terpancing emosinya.  

3. Pengaruh Lingkungan

Lingkungan tempat anak tinggal tentunya juga memiliki andil dalam pembentukan karakter anak. Seorang anak yang setiap harinya disuguhkan kekerasan akan cenderung bersifat pemarah dan memiliki temperamen buruk yang lain. Oleh karena itu, pendampingan orang tua dalam masa perkembangan anak sangat dibutuhkan, utamanya dalam pemilihan lingkungan terdekat Si Kecil.

4. Meniru Perilaku Orang

Pada dasarnya seorang anak sangat suka meniru apa yang mereka lihat. Dalam hal emosi, anak juga akan meniru apa yang mereka lihat dan apa yang mereka rasakan. Lalu, apakah tontonan yang muncul di media juga akan memberikan dampak bagi anak? Tentu saja. Oleh karenanya dalam menonton suatu acara, peran orang tua dalam mengontrol dan memilihkan tontonan yang baik dan sesuai juga sangat diperlukan.

5. Sering Dilarang

Apakah ini berarti setiap kemauan dan keinginan anak harus diperbolehkan? Tentu tidak, orang tua harus mampu menimbang segala sesuatu yang baik dan buruk bagi anak. Seiring bertambahnya usia, keingintahuan seorang anak juga semakin meningkat. Larangan yang diberikan oleh orang tua juga menjadi salah satu alasan mengapa anak tersulut emosinya. Agar anak tidak mudah marah, berikan pemahaman dan alasan yang kuat mengapa mereka dilarang melakukan hal-hal tertentu.

Jika anak Anda mudah marah, maka dengarkan alasan mereka agar Anda bisa menasehatinya serta memberikan pemahaman bahwa marah bukanlah cara yang tepat untuk meluapkan emosi. Berikan pemahaman bahwa amarah hanya akan berdampak buruk pada perkembangan Si Kecil nantinya. Dengan begitu, lambat laun anak mulai bisa mengontrol amarahnya.

Tips yang paling manjur buat orang tua: jangan marah jika anak Anda marah. 

INTAN ZUHROTUN