Orang Tua Bisa Mencegah Lost Learning Saat Pandemi

Lost learning atau ketimpangan pembelajaran membuat siswa merasa kehilangan motivasi dan hasil belajar yang turun. Perlu dukungan dan peran dari orang tua secara maksimal dengan menerapkan pembelajaran sederhana dan manajemen waktu. Belajar di rumah bersama orang tua bisa menyenangkan juga lho...

Orang Tua Bisa Mencegah Lost Learning Saat Pandemi
Peran orang tua dalam mencegah lost learning [liputan6]

DI masa pandemi ini, 60% kegiatan siswa berfokus pada pembelajaran di rumah, sementara 20% mengerjakan kegiatan lainnya seperti bermain dan 10% keluar dari rumah (bukan untuk sekolah). Hal tersebut memang menjadi risiko tersendiri dari penerapan pembelajaran daring. Perubahan pola belajar ini mengakibatkan siswa mengalami penurunan dari hasil belajar, tidak fokus saat pembelajaran daring dan tertinggal, baik itu dalam mengerjakan tugas, informasi mengenai pembelajaran maupun tidak bisa mengikuti pembelajaran. Fenomena ini disebut lost learning

Lost learning atau ketimpangan pembelajaran terjadi akibat beberapa faktor. Misalnya siswa yang tidak cocok belajar secara mandiri dan harus dijelaskan secara detail seperti di kelas tatap muka (luar jaringan, luring). Atau siswa yang tidak bisa menggunakan teknologi menjadi hambatan tersampaikannya informasi pembelajaran, serta demotivation atau kehilangan motivasi belajar karena memilih kegiatan yang lebih menyenangkan lainnya, seperti bermain game atau bermain ponsel.

Orang tua bisa mencegah lost learning karena sebagian besar waktunya kini dihabiskan bersama para siswa. Walaupun memang masih banyak orang tua yang juga terdampak akibat pandemi dan menjadi salah satu akibat dari lost learning, seperti kurangnya waktu mengajari sang anak, terlalu sibuk dengan pekerjaannya sehingga anak tidak memahami materi yang ia pelajari secara mandiri, atau orang tua yang tidak mengetahui atau mengikuti perkembangan teknologi yang dipakai selama masa pembelajaran online.

Terlepas dari itu, peran orang tua sangatlah penting untuk bisa lebih meningkatkan motivasi belajar para siswa agar bisa mencegah lost learning yang semakin menyebar, apalagi kasus Covid-19 yang semakin meningkat belakangan ini bisa saja mengubah rencana kelas tatap muka hingga waktu yang tidak bisa diprediksi. Ini semua membuat siswa semakin jenuh. Akibatnya kompetensi siswa terus menurun. Berbagai upaya perlu dilakukan. Contoh nyata yang bisa dilakukan yaitu mengubah keberfungsian ponsel yang sangat penting bagi anak menjadi sebuah buku walaupun itu hanya buku fiksi atau komik.

Selain itu, orang tua juga bisa membuat program permainan di setiap jam istirahat, seperti mengajaknya menggambar, menonton film animasi bersama-sama, membuat makanan ringan di rumah, berolahraga atau berjemur bersama, membersihkan area rumah, berkebun atau menyiram tanaman, yang di dalamnya bisa disisipkan berbagai macam pembelajaran, seperti problem based learning atau pembelajaran untuk bisa menyelesaikan suatu permasalahan yang ada di sekitar. Dari hal-hal sederhana itu, siswa tidak akan merasa bosan karena terus menerus duduk dan belajar secara tertulis saja.

Pembagian waktu juga menjadi hal penting agar bisa terhindar dari lost learning. Alasan utamanya karena anak sering kali lupa waktu saat bermain game dan merengek ingin berhenti di tengah pembelajaran. Hal itu mungkin saja membuat mereka bosan, namun karena tidak membagi waktu secara teratur bisa menjadi salah satu alasannya. Oleh karena itu, pembagian waktu bisa disepakati oleh anak dan orang tua. Misalnya, setiap pagi, anak mandi, sarapan dan berjemur, setelah itu, sebelum bermain game atau ponsel ia harus mengerjakan tugas sekolahnya, apabila sudah selesai dengan satu tugas, anak bisa bermain hingga dua jam dan kembali mengerjakan tugas yang belum selesai. Diselingi dengan kegiatan-kegiatan problem based learning, maka anak akan mengerti dan terbiasa dengan waktu tersebut.

Usahakan juga para siswa terpenuhi kebutuhan dasarnya seperti tidur tidak boleh terlalu malam, menyantap makanan bergizi, juga menyeimbangkan waktu antara bermain dan belajar. Hal ini perlu diterapkan sebagai upaya orang tua dan anak yang ketertinggalan pembelajaran.

Belajar di rumah tidak harus membosankan. Kolaborasi orang tua-anak menghindarkan lost learning. Belajar di rumah bersama orang tua bisa menyenangkan juga lho... 

REGINA MAHESWARI SANIPUTRI