Kemenag Dorong Implementasi Pendidikan Ramah Anak di Madrasah 

Pendidikan ramah anak menjadikan sekolah sebagai ruang untuk pengembangan dan pertumbuhan potensi siswa.

Kemenag Dorong Implementasi Pendidikan Ramah Anak di Madrasah 

 sahabatguru.com. Pendidikan ramah anak menjadikan sekolah sebagai ruang untuk pengembangan dan pertumbuhan potensi siswa. Untuk itu Kementerian Agama sangat mendorong implementasinya di madrasah-madrasah seluruh Indonesia.


Menurut Direktur Kurikulum, Sarana Prasarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan Madrasah Ditjen Pendis Kemenag M. Isom, ada beberapa hal yang menjadi bahan perhatian bersama dalam mengimplementasikan Sekolah Ramah Anak (SRA) diantaranya adalah faktor lingkungan sekolah, hingga kebersihan dan kenyamanan madrasah.

Selain itu tenaga kependidikan harus ekstra sabar dalam menangani dan memenuhi hak siswa dalam menjalankan proses pendidikan. Menurutnya para pendidik juga didorong agar membentuk karakter siswa yang mandiri.


"Layani siswa dengan baik dan sabar, apabila siswa melakukan kesalahan dan harus mendapatkan sanksi, maka berilah sanksi yang sifatnya mendidik dan dapat dipahami dengan mudah,"katanya.

Isom menambahkan bahwa implementasi SRA adalah ke depannya mampu melatih karakter siswa madrasah dalam kemandirian belajar, siswa madrasah didorong untuk bijak dalam berfikir, dan tumbuh sesuai dengan usia dan jenjang pendidikannya.

Selain itu tenaga pendidik juga harus mampu memperkaya literasi dan mengasah kemampuan sehingga dengan sendirinya dapat menjadi contoh yang baik bagi peserta didik.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag M. Ali Ramdhani mengatakan madrasah saat ini sudah menjadi kepercayaan masyarakat dan perlu didorong agar bisa menjadi acuan masyarakat dunia.

"Hidup harus didasari dengan kata percaya, begitupun dengan lembaga kita, kita harus tanamkan kepercayaan kepada masyarakat melalui lembaga pendidikan kita, tidak hanya di Indonesia namun bisa dinikmati oleh negara lain," kata dia.

Menurutnya, madrasah merupakan sekolah yang bercirikan keagamaan, tempat yang aman, nyaman dan tepat bagi masyarakat Indonesia. madrasah menjamin dua dimensi kehidupan, tidak hanya menjaga kognitif saja, termasuk metakognitif.***