Kolaborasi Pemkab Sleman, Hadapi Tantangan Pembelajaran Era Digital

"Belajar juga dapat menunjukkan kepribadian seorang guru yang bisa digugu dan ditiru. Mari bergerak dengan hati untuk memulihkan pendidikan ini". - Drs. Ery Widaryana, M.M, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman.

Kolaborasi Pemkab Sleman, Hadapi Tantangan Pembelajaran Era Digital
SahabatGuru Edutalk pada sesi pembahasan data hasil survei guru Sleman.

SahabatGuru- Kolaborasi SahabatGuru dan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman dalam program SahabatGuru Edutalk disiarkan secara live melalui channel Youtube Sleman TV. Program ini juga dapat disaksikan melalui kanal Youtube Sahabat Guru.

Edutalk yang mengulas mengenai "Transformasi Pembelajaran Inspiratif Kabupaten Sleman", dibersamai oleh Drs. Ery Widaryana, M.M. selaku Kepala Dinas Kabupaten Sleman dan Dwi Warni Yuliastuti, A.P., M.Pd. selaku Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman. Program yang dipandu oleh Arsi Dwiyani, M.Pd. ini membahas secara eksklusif mengenai program inspiratif daerah yang diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi daerah lainnya.

Selain dikemas interaktif bersama narasumber dengan membahas data hasil survei yang melibatkan partisipasi guru Sleman, alumni Webinar Pendidikan SahabatGuru dari Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) dan Kemenkominfo RI. Edutalk ini juga memberikan kesempatan bagi guru untuk menyampaikan pertanyaan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman terkait berbagai kendala yang dihadapi semasa melakukan pembelajaran di masa pandemi. Melalui adanya ruang aspirasi tersebut, guru Sleman dapat menyalurkan pertanyaan serta menyampaikan masukan pada pemerintah daerah.

Seperti halnya sebuah aspirasi dari salah seorang guru mengenai kendala pembelajaran di masa transisi Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT). Pembelajaran di era digital dan di tengah pandemi ini merupakan suatu hal yang baru dan bukanlah hal yang mudah untuk diterapkan. Tentu terdapat kelebihan dan kelemahan dalam sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Salah satu kelebihan yang sering kali kita rasakan adalah kita menjadi lebih mudah untuk mencari materi pembelajaran, semua sudah tersedia di internet. Namun, setiap sistem pasti memiliki kelemahannya tersendiri, seperti misalnya terdapat ketimpangan nilai antara saat ujian online dan offline. Hal ini yang perlu kita perhatikan agar tidak terjadinya ketimpangan dalam penilaian pada siswa.

"Penggunaan teknologi dalam PJJ ini akan tetap digalakkan seiring menurunnya kasus covid-19. Pelaksanaan pembelajaran mulai menerapkan sistem tatap muka terbatas. Dalam pelaksanaan ujian di sekolah, saat ini sudah menerapkan 50% siswa ujian secara langsung di kelas, sisanya ujian secara daring. Terkadang terjadi ketimpangan saat proses pelaksanaan ujian yang dilakukan secara langsung dengan ujian secara daring. Kebanyakan saat ujian secara daring, siswa memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan ujian secara langsung. Tentunya dalam pelaksanaan ujian bukan hanya guru yang dapat memberi dukungan kepada siswa. Peran orang tua pun sangatlah penting," jelas Dwi Warni menanggapi pertanyaan salah satu guru.

Kabid Pembinaan SMP berkata bahwa guru pastinya sebisa mungkin telah memaksimalkan usahanya dalam pelaksanaan ujian, baik di sekolah ataupun daring. Setiap siswa juga telah mendapatkan hak pembelajaran yang sama. Dalam hal ini peran serta dukungan orang tua sangat dibutuhkan, agar hal yang dikhawatirkan tidak terjadi. Saat pembelajaran atau ujian secara daring, orangtua berhak untuk mengawasi dan memperhatikan anaknya selama proses pembelajaran berlangsung. Orang tua bukan berarti lepas tangan saat pembelajaran dilakukan secara daring, melainkan harus tetap memberi dukungan, memperhatikan, serta membantu saat anak kesulitan. Hal ini dilakukan agar siswa mendapatkan hasil terbaik.

Tak hanya itu, penguatan karakter siswa juga merupakan hal yang penting. Seperti yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Sleman, bahwa semua harus dimulai dengan komitmen dari pihak yang kuat termasuk dari orang tua, karena penguatan karakter sangat penting di masa pandemi. Ery berharap bahwa sekolah-sekolah dapat menjalin hubungan dan bekerja sama dengan orang tua siswa.

Nadia Shafira & Aulia Arifka