Mengenal Karakteristik Kurikulum Prototipe, Opsi Kurikulum 2022

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menaruh perhatian pada pengembangan soft skills dan karakter (akhlak mulia, gotong royong, kebinekaan, kemandirian, nalar kritis, kreativitas) di kurikulum baru 2022. Hal tersebut mendapat porsi khusus melalui pembelajaran berbasis projek.

Mengenal Karakteristik Kurikulum Prototipe, Opsi Kurikulum 2022
Ilustrasi Proses Pembelajaran. Sumber: Google

SahabatGuru - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menaruh perhatian pada pengembangan soft skills dan karakter (akhlak mulia, gotong royong, kebinekaan, kemandirian, nalar kritis, kreativitas) di kurikulum baru 2022. Hal tersebut mendapat porsi khusus melalui pembelajaran berbasis projek.

Melansir dari mediaeducations.com mengenai Kurikulum 2022 - Kurikulum Prototipe Sebagai Opsi Kurikulum 2022-2024, begini karakteristik utama kurikulum prototipe guna mendorong terciptanya pemulihan pembelajaran.

1. Pengembangan Karakter
Kurikulum 2022, pembelajaran berbasis projek untuk mengembangkan soft skills serta karakter (iman, taqwa, dan akhlak mulia, gotong royong, kebinekaan global, kemandirian, nalar kritis, kreativitas).

Kurikulum prototipe 20%-30% jam pembelajaran digunakan untuk pengembangan karakter profil pelajar Pancasila melalui pembelajaran berbasis projek. Melalui pembelajaran berbasis projek dapat mengembangkan karakter karena memberikan kesempatan untuk belajara melalui pengalaman, mengintegrasikan kompetensi esensial yang dipelajarai peserta didik dari berbagai disiplin ilmu dan struktur belajarnya yang fleksibel.

2. Fokus pada Materi Esensial
Fokus pada materi esensial (literasi dan numeasi) dengan tujuan cukupnya waktu untuk belajar yang mendalam pada kompetensi dasar yaitu Literasi dan Numerasi.

Pengalaman belajar yang mendalam dapat implementasikan dengan metode pembelajaran diskusi, kerja kelompok, pembelajaran berbasis problem dan projek. Metode pembelajran ini memerlukan waktu yang panjang, jika materi pelajaran terlalu padat maka guru akan lebih memilih metode ceramah satu arah dengan tujuan menuntaskan materi.

Akan tetapi kurikulum prototipe berfokus pada materi esensial pada setiap mata pelajaran untuk memberikan ruang dan waktu bagi pengembangan komopensasi mendasar seperti literasi dan numerasi dengan mendalam.

3. Fleksibilitas Perencanaan Kurikulum Sekolah
Fleksibilitas bagi guru melakukan pembelajaran sesuai dengan kemampuan siswa serta penyesuaian dengan konteks dan muatan Lokal.

Kurikulum prototipe menetapkan tujuan pembelajaran per fase (2-3 tahun ) untuk memberikan fleksibilitas bagi guru dan sekolah, serta jam pembelajaran pertahun agar sekolah dapat berinovasi dalam menyusun kurikulum dan pembelajaran.

Lebih rinci berikut karakteristik kurikulum 2022 pada setiap jenjang yang menjadi pembeda utama dari kurikulum sebelumnya yaitu K-13.

1. Tingkat PAUD
Untuk PAUD kegiatan bermain sebagai proses belajar yang utama. Pada kurikulum ini penguatan literasi dini dan penanaman karakter melalui kegiatan bermain-belajar berbasis buku bacaan anak serta fase fondasi untuk meningkatkan kesiapan bersekolah. 

Pembelajaran berbasis projek sudah ditekankan pada jenjang PAUD untuk penguatan profil Pelajar Pancasila dilakukan melalui kegiatan perayaan hari besar dan perayaan tradisi lokal.

2. Tingkat SD
Pada tingkat sekolah dasar (SD) untuk penguatan kompetensi yang mendasar dan pemahaman holistik. Dimana untuk memahami lingkungan sekitar, mata pelajaran IPA dan IPS digabungkan sebagai mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS).

Kemudian akan diintegrasikan computational thinking dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPAS. Serta Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran pilihan. Sedangkan pembelajaran berbasis projek untuk penguatan profil Pelajar Pancasila dilakukan minimal 2 kali dalam satu tahun ajaran.

3. Tingkat SMP
Untuk level SMP penyesuaian dengan perkembangan teknologi digital, mata pelajaran Informatika menjadi mata pelajaran wajib.

Panduan untuk guru Informatika disiapkan untuk membantu guru-guru pemula, sehingga guru mata pelajaran tidak harus berlatar belakang pendidikan informatik. Kemudian pembelajaran berbasis projek untuk penguatan profil Pelajar Pancasila dilakukan minimal 3 kali dalam satu tahun ajaran

4. Tingkat SMA
Jenjang SMA, program peminatan/ penjurusan tidak diberlakukan, tetapi di kelas 10 pelajar menyiapkan diri untuk menentukan pilihan mata pelajaran di kelas 11. Mata pelajaran yang dipelajari serupa dengan di SMP. 

Sedangkan di kelas 11 dan 12 pelajar mengikuti mata pelajaran dari Kelompok Mapel Wajib, dan memilih mata pelajaran dari kelompok MIPA, IPS, Bahasa, dan Keterampilan Vokasi sesuai minat, bakat, dan aspirasinya. 

Pada jenjang ini pembelajaran berbasis projek untuk penguatan profil Pelajar Pancasila dilakukan minimal 3 kali dalam satu tahun ajaran, dan pelajar menulis esai ilmiah sebagai syarat kelulusan.

5. Tingkat SMK
Dunia kerja dapat terlibat dalam pengembangan pembelajaran. Struktur lebih sederhana dengan dua kelompok mata pelajaran, yaitu Umum dan Kejuruan. Persentase kelompok kejuruan meningkat dari 60% ke 70%. 

Penerapan pembelajaran berbasis projek dengan mengintegrasikan mata pelajaran terkait. Praktek Kerja Lapangan (PKL) menjadi mata pelajaran wajib minimal 6 bulan (1 semester). Pelajar dapat memilih mata pelajaran di luar program keahliannya.

Alokasi waktu khusus projek penguatan profil pelajar Pancasila dan Budaya Kerja untuk peningkatan soft skill (karakter dari dunia kerja). 

6. Tingkat SLB
Pada jenjang ini capaian pembelajaran pendidikan khusus dibuat hanya untuk yang memiliki hambatan intelektual. Pelajar di SLB yang tidak memiliki hambatan intelektual, capaian pembelajarannya sama dengan sekolah reguler yang sederajat, dengan menerapkan prinsip modifikasi kurikulum sama dengan pelajar di sekolah reguler. 

Pelajar di SLB juga menerapkan pembelajaran berbasis projek untuk menguatkan Pelajar Pancasila dengan mengusung tema yang sama dengan sekolah reguler, dengan kedalaman materi dan aktivitas sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan pelajar di SLB.

Galih N


Referensi:

Dokumen Kepala BSKP. Materi Sosialisasi Kurikulum Prototipe. Kemendikbudristek.

Sulistyo I, (2021). Inilah Karakteristik Kurikulum 2022 Disetiap Jenjang, Paud, SD, SMP, dan SMA, SMK dan SLB. Beritasoloraya.com. https://prsoloraya.pikiran-rakyat.com/pendidikan/pr-1113271975/inilah-karakteristik-kurikulum-2022-disetiap-jenjang-paud-sd-smp-dan-sma-smk-dan-slb

Susilo, (2021). Kurikulum 2022 - Kurikulum Prototipe Sebagai Opsi Kurikulum 2022-2024. mediaeducations.com. https://www.mediaeducations.com/2021/12/kurikulum-2022-kurikulum-prototipe.html