Menumbuhkan Budaya Literasi di Era Digital

Menumbuhkan Budaya Literasi di Era Digital
Ilustrasi Literasi di Era Digital [freepik.com]

Di era digital dan di masa pandemi ini tentu semua orang sangat bergantung dengan teknologi dimana hal ini menjadi salah satu penyebab menurunnya minat dalam membaca. Ketika semua orang sudah berfokus pada penggunaan teknologi, motivasi untuk membaca tentu akan menurun, karena dalam teknologi banyak media yang dapat dijadikan hiburan.

Menurunnya minat dan motivasi dalam membaca serta menulis membuat Indonesia meraih posisi ke-60 dari 61 negara dalam kategori negara soal minat membaca di riset ‘World’s Most Literate Nations Ranked’ yang dilakukan oleh Centar Connecticut State University (2016). Berdasarkan data UNESCO, juga menunjukkan bahwa minat baca di Indonesia sangat rendah yaitu hanya sebesar 0.001% yang artinya dari 1.000 orang Indonesia, hanya ada 1 orang yang gemar membaca.  

Sedangkan pada riset lain yang dilakukan oleh Semiocast menunjukkan bahwa Indonesia bisa menatap gawai kurang lebih selama 9 jam perhari, dan dari riset tersebut Indonesia menduduki posisi kelima di seluruh dunia dalam hal ‘kecerewetan’ di media sosial.

Hal ini cukup memprihatinkan karena dari riset-riset tersebut menunjukkan bahwa Indonesia memiliki ilmu dan minat baca yang minim, namun penggunaan media sosial dan ‘cerewet’ di media sosial. Hal ini dapat menyebabkan masyarakat Indonesia mudah untuk termakan informasi palsu, provokasi, dan fitnah, yang dimana ini cukup fatal. 

Maka dari itu, Jessica (2017) mengungkapkan beberapa strategi untuk meningkatkan budaya literasi di era digital ini, diantaranya adalah:

1. Budayakan Membaca di Sekolah

Sekolah merupakan tempat pendidikan formal, maka dari itu perlu untuk mulai membiasakan anak membaca buku. Berikan waktu selama 30 menit selama seminggu utnuk ‘reading activity’. Sehingga sejak dini orang akan terbiasa untuk membaca.

2. Memaksimalkan Peran Perpustakaan

Perpustakaan merupakan tempat yang sangat berperan dalam meningkatkan literasi. Berikan fasilitas yang memadai agar membuat orang tertarik untuk datang ke perpustakaan. Sekolah juga dapat berperan dengan memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber pengerjaan tugas.

3. Menumbuhkan Kesadaran Pentingnya Membaca

Sadar akan pentingnya membaca dan manfaat dari membaca dapat meningkatkan minat dan motivasi seseorang untuk mulai membiasakan diri dengan membaca. Membaca dapat memberikan efek positif membawa pengaruh baik pada memori seseorang, dimana dapat menjadi salah satu bentuk preventif dari demensia atau alzheimer.

4. Biasakan Menulis Buku Harian

Literasi tidak hanya berputar pada membaca, namun termausk menulis juga. Hal ini dapat dimulai dari hal kecil yaitu dengan membiasakan untuk menulis buku harian mengenai hal-hal ringan seperti kegiatan apa saja yang dilakukan hari ini, lalu apa kesan pesan mengenai hari tersebut, sehingga tidak semuanya harus disebarkan melalui media sosial.

5. Menghargai Setiap Karya Tulis

Menghargai setiap karya tulis merupakan salah satu bentuk mendukung budaya menulis yang merata di Indonesia. Dari tulisan ringan bisa memunculkan minat pada menulis sehingga dapat menciptakan tulisan ilmiah yang mampu menyelesaikan berbagai masalah dan memajukan Indonesia.

Penggunaan dan penguasaan pada teknologi memang sangat penting di era digital terlebih ketika dihadapkan dengan masa pandemi yang menuntut semua kegiatan harus dilakukan secara daring, namun hal ini tidak menjadi halangan dalam meningkatkan literasi pada masyarakat di Indonesia.

Yuk, mulai biasakan membaca dan menulis dari sekarang!