SD dan SMP di Kabupaten Siak Sudah Belajar Tatap Muka

SD dan SMP di Kabupaten Siak Sudah Belajar Tatap Muka

SahabatGuru - Sejumlah sekolah dasar dan menengah pertama di Kabupaten Siak, Riau, melaksanakan belajar tatap muka mulai Senin (4/1/2021). Kegiatan belajar mengajar secara offline ditinjau langsung Bupati Alfedri didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lukman beserta Kadis Kesehatan dr Tony Chandra.

Peninjauan itu sekaligus monitoring proses belajar mengajar tatap muka di SD dan SMP Kecamatan Tualang. Dalam monitoring tersebut Alfedri bersama rombongan mendatangi SD Negeri 006 untuk melihat kondisi anak didik di kelas.

Menurut bupati seperti dikutip antaranews, sekolah yang hendak melakukan kegiatan pendidikan secara offline harus memenuhi persyaratan dan mengisi daftar periksa. Selanjutnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan melakukan evaluasi.

Ada sekitar 27 SMP dan 40 an SD yang belum bisa melaksanakan tatap muka karena belum lengkap evaluasi data periksa

"Seluruh sekolah harus mengisi daftar periksa yang telah dievaluasi oleh tim yang telah dibentuk Dinas Pendidikan untuk sekolah umum dan agama," kata Bupati Alfedri.

Usai meninjau SDN 006, bupati melanjutkannya ke SMPN 1 Tualang. Bupati menyampaikan pesan kepada para siswa agar selalu menerapkan 3M yakni menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

"Ada sekitar 27 SMP dan 40 an SD yang belum bisa melaksanakan tatap muka karena belum lengkap evaluasi data periksa. Kami masih cek verifikasi selama dua hari ini (Senin dan Selasa). Jika telah memenuhi syarat, boleh belajar di hari Rabu. Untuk sekolah agama tanggal 11 Januari baru dibuka," ujar Alfredi.

Bupati mengingatkan sekolah untuk menyediakan ruang Unit Kesehatan Sekolah. Ini untuk mengantipasi jika ada anak didik yang memiliki gejala seperti suhu tubuh mencapai 37,3 C. Sekolah bisa berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan supaya dilakukan tes cepat.

Selain pemberlakukan protokol kesehatan yang ketat, dalam proses belajar mengajar secara tatap muka, juga didasari oleh surat pernyataan yang ditandatangani orang tua. Mereka menyatakan kesediaan menyekolahkan anaknya secara tatap muka. Namun, jika ada orang tua yang tidak bersedia, maka proses belajar mengajar dilakukan dengan sistem daring.

"Bagi orangtua yang belum setuju, belajar tatap muka dilakukan proses belajar mengajar dilakukan dengan sistem daring," tuturnya.*