Usaha Menkominfo-APKASI-Bupati Bone Bolango Membentuk Guru Cakap Digital

Usaha Menkominfo-APKASI-Bupati Bone Bolango Membentuk Guru Cakap Digital
Opening Speech di 'Webinar Pendidikan Kabupaten Bone Bolango'.

SahabatGuru - Mengadakan Webinar Pendidikan Kabupaten Bone Bolango (11/10) yang menghadirkan Menteri Kominfo Republik Indonesia Johnny G. Plate, Staf Ahli APKASI Bidang Pendidikan dan Kebudayaan sekaligus Inisiator SahabatGuru Dr. Himmatul Hasanah, M.P, H.A.S. Chaidir Syam, S.IP., M.H. sebagai Dewan Pengurus APKASI dan Bupati Maros, serta H. Hamim Pou, S.Kom., M.H selaku Bupati Bone Bolango untuk mengisi opening speech di webinar yang bertema literasi digital bagi guru mata pelajaran di daerah.

Kualitas pendidikan di Indonesia masih tergolong cukup rendah, hal ini disebabkan oleh berbagai faktor salah satunya adalah kualitas guru. APKASI dalam menjawab permasalahan tersebut dengan mengadakan berbagai program peningkatan mutu pendidikan. Dr. Himmatul Hasanah, M.P menyampaikan terima kasih kepada Bupati Bone Bolango atas pengadaan kegiatan smart teaching untuk PAUD. Namun, mengenai permasalahan kualitas guru terdapat 2 hal yang menjadi sorotan yaitu matematika dan Bahasa Inggris. 

Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara telah hadir di 180 kota/kabupaten dan mengajak 160.000 guru hingga pelosok untuk mengikuti program mengajar matematika dan Bahasa Inggris yang 'dikemas' dengan menyenangkan. Program pelatihan ini menyesuaikan dengan kebutuhan anak-anak, maka diadakan program pelatihan yang dapat membuat guru untuk kreatif dan terus berinovasi, sehingga dapat berdampak pada kondisi pendidikan yang dapat membaik.

Dalam perspektif pendidikan, guru sebagai komponen utama dalam pendidikan harus mampu beradaptasi dengan metode pendidikan yang perlu dilakukan di era digital seperti saat ini. Selain keahlian dan kecakapan dalam mengajar, guru juga perlu ‘melek’ dan cakap digital.

APKASI bersama Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara melalui platform SahabatGuru juga akan mengangkat peran pentingnya growth mindset. Harapannya di masa yang akan datang dengan adanya pelatihan growth mindset untuk semua sumber daya manusia dapat dijadikan solusi percepatan peningkatan kualitas guru dan pendidikan di Indonesia sehingga dapat membuat Indonesia semakin maju.

Sebagai garda terdepan pencerdas generasi emas di Indonesia, guru memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi dan motivasi kepada peserta didik. Dengan memberikan semangat dan insipirasi untuk Indonesia Maju, SahabatGuru memberikan warna baru bagi penggiat literasi dan pendidikan di Indonesia. 

Dalam perspektif pendidikan di era digital, guru memiliki peran untuk mampu menerapkan solusi yang tepat terhadap berbagai permasalahan dan adaptif terhadap perubahan lingkungan. Perubahan tersebut membutuhkan orientasi baru dalam pendidikan, yang menekankan pada komunikasi, kolaborasi, inisiasi, kreativitas, dan inovasi. Selain itu, guru juga memiliki peran sebagai pembawa perubahan sekaligus konsultan pembelajaran yang memiliki rasa kemanusiaan dan moral yang tinggi, sensitivitas sosial, berpikir rasional dan jujur, sehingga mampu bekerja dengan baik di lingkungan pendidikan yang dinamis.

APKASI bersama Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara juga mengucapkan terima kasih kepada anak-anak muda karena telah terus bersinergi guna meningkatkan kualitas guru di Era 4.0, dan melalui program peningkatan literasi digital yang dikemas melalui webinar gratis untuk seluruh guru diharapkan tarnsfromasi digital di bidang pendidikan akan lebih masif sehingga dapat membuat para guru semakin cakap dalam bermedia digital.

"APKASI mengungkapkan harapannya bahwa dengan adanya program tersebut dapat disinergikan oleh daerah dan mari bersama kita bersinergi memajukan pendidikan di negeri kita." tegas Dr. Himmatul Hasanah, M.P di akhir opening speechnya.

Bupati Bone Bolango dalam membentuk SDM (guru) yang memiliki keterampilan dan mampu beradaptasi dalam penguasaan media digital untuk pembelajaran memprioritaskan peningkatan kualitas pendidikan dan SDM (16.01%) dan mendanai sebesar Rp103.8 Milyar di program pembangunan daerah 2021.

H. Hamim Pou, S.Kom., M.H mengungkapkan bahwa masih terdapat beberapa tantangan yang perlu dihadapi yaitu infrastruktur pendidikan masih terbatas, indeks literasi masih rendah, akases masyarakat terhadap pendidika dasar belum optimal, dan jumlah guru belum seimbang dengan kebutuhan. Namun, di sisi lain Bone Bolango memiliki beberapa peluang yang meliputi adanya sekolah dan kampus unggulan, akses ibukota provinsi dan pusat pendidikan Bone Bolango relatif dekat, dan kualifikasi guru tersertifikat telah memadai. 

Masa pandemi menyebabkan beberapa sekolah di Kabupaten Bone Bolango terkena dampaknya yang berjumlah 18 kecamatan yang terdiri dari Kelompok Bermain sebanyak 129 lembaga dengan jumlah 3.826 orang, TK sebanyak 137 lembaga dengan jumlah 4.460 orang, SD sebanyak 131 satuan pendidikan dengan jumlah 15.726 orang, dan SMP sebanyak 41 satuan pendidikan dengan jumlah 6.383 orang. Masa pandemi juga memberikan dampak pada pendidikan meliputi siswa dapat ketinggalan pelajaran, meningkatnya kemungkinan putus sekolah, anak-anak terancam stress, dan menurunnya produktivitas ekonomi orang tua.

Hamim Pou, S.Kom., M.H memiliki misi untuk mewujudkan masyarakat modern, berbudaya, dan sejahtera. Masyarakat modern, berbudaya, dan sejahtera adalah ciri masyarakat maju yang sudah mencapai level pengetahuan cerdas. Upaya ini akan dicapai dalam kurun waktu 5 tahun mendatang dengan berbagai kebijakan prioritas salah satunya adalah meingkatkan kualitas layanan pendidikan sehingga akan terwujud masyarakat yang bahagia dan sejahtera.

Sinergitas tata kelola pendidikan di Bone Bolango mengaitkan antara mahasiswa, perguruan tinggi/sekolah, Pemerintah Daerah Bone Bolango, dan masyarakat. Mahasiswa berkontribusi dalam pemecahan masalah di masyarakat melalui penciptaan inovasi dan teknologi. Perguruan tinggi/sekolah berkontribusi guna implementasi Tridarma Perguruan Tinggi. Pemerintah Daerah Bone Bolango berkontribusi untuk memadukan kebutuhan pembangunan daerah dan kebutuhan pengabdian masyarakat berbasis ilmu pengetahuan. Masyarakat juga berpatisipasi aktif dalam mensukseskan program kegiatan pembelajaran pendidikan. 

Dari sinergitas tersebut terdapat beberapa hasil yang dicapai yaitu termanfaatkannya SDA secara berkelanjutan melalui diversifikasi pangan dan konservasi lingkungan hidup sebagai penopang ekonomi, meningkatnya kapasitas SDM melalui transformasi ilmu pengetahuan dan teknologi, terbinanya wawasan kebangsaan dengan menumbuhkembangkan aksi-aksi budaya lokal, dan terwujudnya komitmen pemerintah Daerah Bone Bolango dalam membangun Kawasan SATELIT pendidikan di Provinsi Gorontalo.

Prioritas Pembangunan di Sektor Pendidikan tahun 2021 meliputi pemenuhan SPM pendidikan, adanya beasiswa cemerlang, peningkatan sarana prasarana pendidikan, peningkatan SDM tenaga pendidikan, pengembangan budaya daerah, peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik, pengembangan pendidikan vokasi, pengembangan kapasitas tenaga fungsional, penyediaan sarana prasarana teknologi informasi, peningkatan kapasitas aparatur, dan pengembangan inovasi daerah.

Kesiapan sarana pendukung literasi digital di Kabupaten Bone Bolango meliputi sebagian besar telah memiliki jangkauan dan kualitas isnyal yang cukup baik, blank spot area berada di wilayah terluar Kabupaten Bone Bolango, keberadaan menara telekomunikasi hampir merata di semua kecamatan, dan Pemerintah Kabupaten akan terus mendorong penyediaan sarana prasarana pendidikan terutama yang menunjang pembelajaran dengan menggunakan IT pada jenjang pendidikan dasar melalui Dana Alokasi Khusus serta Bantuan Langsung dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

Terdapat ketentuan pokok dalam penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi COVID-19 yaitu pembelajaran dilaksanakan dengan pembelajaran tatap muka terbatas (wajib sudah vaksin) dan pembelajaran jarak jauh. Sealin itu, adanya pengawasan terhadap pelaksanaan pembelajaran oleh pemerintah atau dinas pendidikan/kanwil. Pembelajaran tatap muka terbatas dapat diberhentikan sementara apabila ada kebijakan pemerintah daerah terkait pengendalian COVID-19.

Paradigma ini sejalan dengan program merdeka belajar, dimana guru diharapkan dapat menyiapkan lulusan yang mampu bersaing, berkemampuan menyelesaikan masalah kompleks, berpikir kritis dan analitis, serta berkarakter.

Di akhir kata, Menteri Kominfo menegaskan kembali untuk satukan langkah dalam menjaga diri, melindungi negeri, dan semakin mencerdaskan bangsa Indonesia. Terus berinovasi, berkreasi, beradaptasi, dan bertransformasi demi Indonesia tangguh, Indonesia tumbuh.