Wow ! Ada 140.000 Satuan Pendidikan Yang Telah Terapkan Kurikulum Merdeka

Ada 140.000 satuan pendidikan yang telah menerapkan kurikulum Merdeka.

Wow ! Ada 140.000 Satuan Pendidikan Yang Telah Terapkan Kurikulum Merdeka

sahabatguru.com. Ada 140.000 satuan pendidikan yang telah menerapkan kurikulum Merdeka. Hal ini mengindikasikan bahwa ratusan ribu siswa telah belajar dengan cara yang lebih menyenangkan dan memerdekakan.


Hal itu dikatakan Menteri Pendidikan dan kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim. Selanjytnya Nadiem mennghimbau agar siswa tidak perlu khawatir dengan tes kelulusan. Karena menurut Nadiem adanya Asesmen Nasional tidak bertujuan untuk ‘menghukum’ guru atau murid, tetapi sebagai bahan refleksi agar guru terus terdorong untuk belajar. 

"Supaya kepala sekolah termotivasi untuk meningkatkan kualitas sekolahnya menjadi lebih inklusif dan bebas dari ancaman tiga dosa besar pendidikan,” ungkap Nadiem dalam Perayaan Hari pendidikan Nasional baru-baru ini. 

Dalam kesempatan itu Nadiem juga menyampaikan tangguhnya tenaga pendidik di Indonesia yang terus terdepan meski dihantam terjangan Covid-19. “Di tengah hantaman ombak yang sangat besar, kita terus melautkan kapal besar bernama Merdeka Belajar, yang di tahun ketiga ini telah mengarungi pulau-pulau di seluruh Indonesia,” ujarnya.  

Hal itu, tidak hanya dirasakan oleh orang tua maupun tenaga pendidik di Indonesia. Bahkan, digaungkan sampai ke negara-negara lain melalui presidensi Indonesia di konferensi tingkat tinggi G20. “Tahun ini kita membuktikan bahwa kita tidak lagi hanya menjadi pengikut, tetapi pemimpin dari gerakan pemulihan dunia,” terang Nadiem.

Sekedar informasi, menurut BSNP atau Badan Standar Nasional Pendidikan, pengertian kurikulum merdeka belajar adalah suatu kurikulum pembelajaran yang mengacu pada pendekatan bakat dan minat. Di sini, para pelajar (baik siswa maupun mahasiswa) dapat memilih pelajaran apa saja yang ingin dipelajari sesuai dengan bakat dan minatnya.

Kurikulum atau program Merdeka Belajar ini diluncurkan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim sebagai bentuk dari tindak evaluasi perbaikan Kurikulum 2013.

Sebelumnya, kurikulum ini juga disebut sebagai Kurikulum Prototipe yang merupakan salah satu bagian dari upaya pemerintah untuk mencetak generasi penerus yang lebih kompeten dalam berbagai bidang. Kurikulum Prototipe adalah bentuk sederhana dari Kurikulum 2013 dengan sistem pembelajaran berbasis pada proyek tertentu (Project Based Learning).

Dimulai sejak tahun 2020 pada masa pandemi COVID-19, implementasi Kurikulum Merdeka Belajar atau Kurikulum Prototipe ini telah diujicobakan pada setidaknya 2500 sekolah penggerak  dan juga SMK Pusat Keunggulan yang ada di Indonesia.

Hasilnya, sekolah-sekolah yang telah menerapkan kurikulum ini terbukti empat sampai lima bulan lebih maju dibanding sekolah lain yang masih menggunakan kurikulum sebelumnya, yaitu Kurikulum 2013. Dengan begitu, pemerintah pun berupaya mengembangkan kurikulum ini secara lebih lanjut demi penyesuaian strategi belajar di masa pandemi COVID-19. Peluncuran kurikulum merdeka juga diiringin dengan peluncuran platform Merdeka Mengajar sebagai dukungannya.