Bosan dengan Bahan Ajar yang itu-itu aja? Ini Solusinya

Menemukan bahan ajar yang tepat penting untuk kesuksesan pengajaran. Bahan ajar yang berkualitas dapat menghasilkan siswa yang berkualitas.

Bosan dengan Bahan Ajar  yang itu-itu aja? Ini Solusinya
Ilustrasi bahan ajar (freepik.com)

BAHAN ajar adalah seperangkat sarana atau alat pembelajaran yang berisikan materi pembelajaran, metode, batasan-batasan, dan cara mengevaluasi yang di desain secara sistematis dan menarik dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan, yaitu mencapai kompetensi atau subkompetensi dengan segala kompleksitasnya (Widodo & Jasmadi, 2008).

Pengertian ini menggambarkan bahwa suatu bahan ajar hendaknya dirancang dan ditulis dengan kaidah instruksional karena akan digunakan oleh guru untuk membantu dan menunjang proses pembelajaran. Dampak positif dari bahan ajar adalah guru akan mempunyai lebih banyak waktu untuk membimbing siswa dalam proses pembelajaran, membantu siswa untuk memperoleh pengetahuan baru dari segala sumber atau referensi yang digunakan dalam bahan ajar, dan peranan guru sebagai satu-satunya sumber pengetahuan menjadi berkurang.

Bahan ajar sangat penting artinya bagi guru dan siswa. Guru akan mengalami kesulitan dalam meningkatkan efektivitas pembelajarannya jika tanpa disertai bahan ajar yang lengkap. Begitu pula bagi siswa, tanpa adanya bahan ajar siswa akan mengalami kesulitan dalam belajarnya. Hal tersebut diperparah lagi jika guru dalam menjelaskan materi pembelajarannya cepat dan kurang jelas. Oleh karena itu bahan ajar merupakan hal yang sangat penting untuk dikembangkan sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran. Bahan ajar pada dasarnya memiliki beberapa peran baik bagi guru, siswa, dan pada kegiatan pembelajaran.

Bahan ajar yang berkualitas dapat menghasilkan siswa yang berkualitas, karena siswa mengkonsumsi bahan ajar yang berkualitas. Menurut Furqon dalam Daryanto (2013) Bahan ajar yang baik harus memenuhi beberapa kriteria sebagai berikut:

  1. Substansi yang dibahas harus mencakup sosok tubuh dari kompetensi atau subkompetensi yang relevan dengan profil kemampuan tamatan.
  2. Substansi yang dibahas harus benar, lengkap dan aktual, meliputi konsep fakta, prosedur, istilah dan notasi serta disusun berdasarkan hirarki/step penguasaan kompetensi.
  3. Tingkat keterbacaan, baik dari segi kesulitan bahasa maupun substansi harus sesuai dengan tingkat kemampuan pembelajaran.
  4. Sistematika penyusunan bahan ajar harus jelas, runtut, lengkap dan mudah dipahami.

Ada beberapa prinsip yang harus dipertimbangkan atau diperhatikan dalam memilih bahan ajar. Aunurrahman dalam penelitiannya (2009) mengungkapkan prinsip-prinsip dalam memilih bahan ajar di antaranya ialah, sebagai berikut.

  1. Prinsip pertama ialah relevansi, prinsip relevansi ialah prinsip keterkaitan. Bahan pembelajaran harus relevan atau ada kaitannya dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar. Contohnya: jika kompetensi yang harus dikuasai peserta didik berupa hafalan fakta, maka bahan ajar yang diajarkan harus berupa hafalan fakta.
  2. Prinsip kedua yakni konsistensi, prinsip konsistensi ialah prinsip keajegan. Jika kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik berjumlah empat macam, maka bahan ajar yang harus diajarkan juga harus berjumlah empat macam. Contohnya jika kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik adalah keterampilan menulis empat macam karangan, maka materi yang diajarkan juga harus meliputi keterampilan menulis empat macam karangan.
  3. Prinsip ketiga ialah prinsip kecukupan, artinya bahan yang diajarkan harus cukup atau memadai untuk membantu peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran (menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar). Bahan ajar tidak boleh terlalu sedikit atau terlalu banyak karena jika terlalu sedikit akan mengakibatkan peserta didik sulit untuk mencapai tujuan pembelajaran. Sedangkan jika terlalu banyak hanya akan mengakibatkan ketidakefisienan waktu dan tenaga.

Bahan ajar apakah harus selalu berupa buku? Di mana bisa menemukan bahan ajar yang terbaru? Bahan ajar seperti apa yang bisa menarik minat para siswa?

Mungkin itulah pertanyaan yang muncul dalam benak kita? Kemendikbud telah menyediakan ribuan bahan ajar yang bisa diakses secara gratis oleh para guru. Yuk temukan bahan ajar baru yang sudah disiapkan oleh Kemendikbud.

  • Sumber bahan ajar

Sumber bahan ajar yang disediakan oleh Kemendikbud dapat diakses melalui link https://sumberbelajar.seamolec.org/ . Terdapat 3.000 lebih modul dan juga buku yang bisa digunakan oleh guru.

  • Repositori Kemendikbud

Untuk mengakses repository resmi Kemendikbud dapat diakses menggunakan link http://repositori.kemdikbud.go.id/ . repositori ini menyediakan modul seputar pendidikan dan kebudayaan yang terbuka secara umum. 

  • e-perpusdikbud

e-perpusdikbud merupakan perpustakaan Kemendikbud yang dapat di-install melalui Play Store. Fitur yang disediakan sama dengan perpustakaan Kemendikbud di website. Adanya e-perpusdikbud akan lebih memudahkan pengguna dalam mengakses segala fitur yang telah disediakan di dalamnya.

Bahan ajar di atas juga merupakan akun resmi yang dikelola oleh Kemendikbud, jadi jangan ragu lagi untuk mencobanya.

Semoga bermanfaat.

INTAN ZUHROTUN

REFERENSI: 

Aunurrahman (2009), Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.

Daryanto (2013), Menyusun Modul:Bahan Ajar untuk Persiapan Guru dalam Mengajar, Yogyakarta: Gava Media.

Sanjaya, Wina (2013), Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran, Jakarta: Kencana. Prenada Media Group

Sungkono, dkk. (2003), Pengembangan Bahan Ajar, Yogyakarta: FIP UNY.

Widodo & Jasmadi. (2008), Panduan Menyusun Bahan Ajar Berbasis Kompetensi, Jakarta: PT Elex Media Komputindo.