Honor Ditahan Dinas Gara-Gara Masalah Rumah Tangga. Ada-Ada Saja...

Honor Ditahan Dinas Gara-Gara Masalah Rumah Tangga. Ada-Ada Saja...
Fermina Nona Tince, guru honorer SD di Kabupaten Sikka, NTT, yang honornya ditahan dengan alasan tak jelas [MI-Gabriel Langga]

SahabatGuru - Namanya Fermina Nona Tince. Ia sudah 16 tahun menjadi guru honorer di daerah pelosok, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Tepatnya di SD Watubaler. Karena berstatus sebagai guru honorer daerah, insentif Fermina diberikan oleh dinas. 

Beberapa waktu lalu ia merasa heran mengapa honornya bulan Juni 2021 belum masuk juga di rekeningnya. Padahal kolega honorer lainnya sudah menerima. Lalu ia pergi ke kantor Dinas Pendidikan dan Olahraga Sikka menanyakan masalah tersebut. Di sana ia bertemu dengan salah satu kepala bidang dan diberitahu bahwa ia dipecat sehingga honornya tidak lagi dikirimkan oleh Kadis PKO Sikka. 

"Saya kaget dengar bahwa dipecat sehingga gaji tidak terima lagi. Padahal sebagai guru selama ini saya selalu mengajar dan menjalankan tugas dengan baik dan tidak ada masalah selama saya mengajar di sekolah," ujar Fermina seperti dikutip mediaindonesia.com

Dia merasa tidak dimanusiakan. Jika memang tidak lagi diperpanjang mengapa tidak disampaikan secara baik-baik. Berkirim surat mengabarkan bahwa dirinya tidak lagi menjadi guru honorer itu lebih baik dan beradab. 

Kepala Sekolah SD Watubaler, Maria Angelina, mengaku belum mengetahui soal pemecatan yang dilakukan oleh Dinas PKO Sikka itu. Yang ia tahu selama ini Fermina selalu mengajar di sekolah dan menjalankan tugas dengan baik. "Di sekolah tidak ada masalah. Aktivitas di sekolah seperti biasa. Yang bersangkutan selalu mengajar," ujar Maria Angelina. 

Kepala Dinas Pendidikan Olahraga Kabupaten Sikka, Mayela Da Cunha, saat dikonfirmasi oleh mediaindonesia.com menegaskan bahwa yang bersangkutan belum diberhentikan. Dinas hanya menahan honor Fermina disebabkan guru tersebut ada kasus moral. "Jadi yang benar itu kita menahan insentifnya. Bukan diberhentikan. Guru itu ada masalah moral. Suaminya sudah mengadukan ke kami." Mayela menyatakan, jika yang bersangkutan tidak mampu menyelesaikan pribadinya dengan suaminya maka bisa saja Fermina diberhentikan sebagai guru honorer. 

Menyikapi ini, anggota DPRD Kabupaten Sikka Stefanus Sumandi heran dan menyayangkan sikap Kadis PKO Sikka yang menahan honor hanya karena urusan pribadi guru dengan suaminya. "Saya rasa aneh sekali. Kok insentif ditahan hanya karena urusan pribadi rumah tangga. Padahal yang bersangkutan mengajar anak-anak dan menjalankan tugas dengan baik di sekolah," ujar Stef Sumandi. 

Tidak ada hubungannya menahan hak insentif guru honorer dikaitkan dengan urusan pribadi sang guru. "Insentif itu orang punya hak hidup. Karena insentif yang diberikan itu memberikan hidup kepada guru. Saya rasa aneh sekali, masalah suami istri insentifnya ditahan. Aneh sekali," ucap dia. 

Dinas PKO Sikka diminta bijak menyikapi masalah ini. Sudahlah guru honorer itu terdampak pandemi, sekarang honornya ditahan dengan alasan yang tidak wajar. Stef Sumadi mendesak Dinas PKO Sikka segera membayar insentif guru yang bersangkutan. 

"Harus segera dibayar insentifnya. Jangan kita tahan orang punya hak. Itu insentif tidak ada urusan dengan suami. Jadi saya desak Dinas PKO Sikka segera bayar insentif itu," tegas dia. 

OL-13/JOTZ